Di era kebebasan sipil dan revolusi digital, keamanan tidak bisa hanya dijaga dengan patroli dan penindakan. Kepolisian perlu membaca gejala sosial sebelum konflik membesar.
Pemikiran Herman Goldstein menegaskan bahwa pemolisian harus berorientasi pada masalah (problem oriented), bukan sekadar respons insidental.
Konsep Laboratorium Sosial
Laboratorium sosial adalah wadah kolaboratif untuk meneliti dinamika masyarakat, menguji solusi sosial, serta menghasilkan rekomendasi berbasis riset. Polisi dalam konteks ini berperan sebagai ilmuwan sosial di tengah masyarakat.
Mengacu pada pemikiran Parsudi Suparlan, Ilmu Kepolisian merupakan disiplin interdisipliner yang mengintegrasikan berbagai cabang ilmu sosial.
Fungsi Strategis bagi Kepolisian
-
Memetakan potensi konflik secara preventif
-
Menjadi mediator dalam problem solving sosial
-
Merancang strategi berbasis karakter wilayah
-
Meningkatkan profesionalisme humanis
Dengan pendekatan ini, pemolisian menjadi reflektif dan prediktif.
Pembangunan Laboratorium Sosial Kepolisian bersama puluhan perguruan tinggi menjadi langkah konkret transformasi menuju Polri yang profesional, modern, dan berorientasi pada riset.
