Penyaluran 220 becak listrik di Nganjuk bukan hanya tentang bantuan sosial, tetapi juga tentang keselamatan berkendara. Hal ini ditegaskan Kapolres Nganjuk usai menghadiri acara serah terima bantuan dari Presiden Republik Indonesia.
Program tersebut menyasar tukang becak lansia yang masih aktif bekerja. Selain meningkatkan kesejahteraan, bantuan ini menjadi langkah menuju transportasi berbasis energi bersih.
Becak listrik dirancang dengan spesifikasi keamanan tertentu, termasuk pembatasan kecepatan maksimal 15 km/jam dan daya tempuh hingga 40 km.
Kapolres mengingatkan agar penerima tidak melakukan perubahan pada kendaraan, khususnya pada komponen keselamatan seperti lampu dan sistem pendukung lainnya.
Imbauan ini penting mengingat intensitas lalu lintas meningkat pada waktu-waktu tertentu selama Ramadan.
Bupati Nganjuk menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kecil di wilayahnya.
Kegiatan penyerahan yang diawali konvoi dari GOR Bung Karno berlangsung lancar hingga selesai.
Diharapkan para penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan ini secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan di jalan.
