Polda Jawa Timur tidak ingin kecolongan dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini. Dalam apel kesiapan Operasi Ketupat 2026, Dirlantas Kombes Pol Iwan Saktiadi memaparkan bahwa salah satu fokus utama adalah titik kelelahan pengemudi, baik di jalan tol maupun arteri. Pemetaan yang dilakukan sejak sebulan lalu bersama berbagai instansi mengidentifikasi area-area yang rawan menyebabkan pengemudi kelelahan. Di jalan tol, dengan panjang jaringan yang menghubungkan timur, selatan, hingga utara, risiko ini semakin nyata. Untuk itu, ketersediaan rest area yang memadai menjadi sangat krusial. Sebanyak 27 rest area di sepanjang tol Jatim telah diperiksa dan siap digunakan.
Di jalur arteri, perhatian khusus diberikan pada rute-rute panjang seperti Pantura dan jalur selatan yang memiliki medan menantang. Kombes Iwan menyebut bahwa pengemudi kendaraan pribadi dan logistik sama-sama rentan mengalami kelelahan, terutama jika memaksakan diri. Petugas akan melakukan patroli rutin untuk mengingatkan pengemudi agar beristirahat jika mengantuk. Selain itu, titik-titik rawan kecelakaan juga telah dipetakan, termasuk 25 titik di jalur arteri Tuban yang menjadi lintasan kendaraan berat. Semua upaya ini adalah bagian dari komitmen untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik. Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan fasilitas istirahat yang tersedia.
Tidak hanya soal kelelahan, potensi kemacetan akibat hambatan samping juga menjadi perhatian serius. Di Madura, delapan lokasi pasar tumpah telah diidentifikasi sebagai sumber potensi kemacetan. Polda Jatim telah menginstruksikan Kasat Lantas setempat untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah mencari solusi terbaik. Langkah antisipasi seperti pengaturan lalu lintas atau rekayasa jalan akan diterapkan jika diperlukan. Di sisi lain, jalur arteri di kawasan timur Jatim dan Tapal Kuda juga terus dipantau untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Semua skenario telah disiapkan agar arus mudik dan balik tetap lancar.
Operasi Ketupat yang berlangsung 13 hari ini, mulai 13 hingga 25 Maret, juga memiliki dimensi spiritual yang tak kalah penting. Kombes Iwan menegaskan bahwa kehadiran polisi adalah untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, baik di perjalanan maupun di kampung halaman. Tempat-tempat ibadah akan mendapat pengamanan khusus, begitu pula simpul-simpul transportasi seperti terminal dan stasiun. Dengan sinergi antara petugas, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan mudik tahun ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Polda Jatim berharap tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" dapat terwujud di seluruh pelosok Jawa Timur.(Avs)
