Memasuki hari keempat Operasi Ketupat Semeru 2026, Jawa Timur masih menikmati situasi arus mudik yang relatif tenang. Laporan yang dihimpun Polda Jatim dari Minggu malam hingga Senin pagi (15-16/3/2026) menunjukkan tidak ada lonjakan volume kendaraan yang berarti di seluruh wilayah hukumnya. Baik jalur tol bebas hambatan maupun jalur arteri di perbatasan provinsi, semuanya terpantau lancar dan terkendali, memberikan angin segar bagi para pemudik yang ingin perjalanan nyaman.
Fenomena penurunan volume kendaraan justru mencuat dari data di beberapa gerbang tol strategis. Di Gerbang Tol Ngawi, yang menjadi gerbang barat Jawa Timur, kendaraan keluar menuju Jawa Tengah tercatat 1.531 unit, menyusut 26 persen. Sementara kendaraan yang masuk dari Jawa Tengah ke Jatim hanya 959 unit, ambles hingga 83 persen. Penurunan signifikan juga terjadi di Gerbang Tol Malang, dengan kendaraan dari Surabaya turun 54 persen dan dari Malang ke Surabaya turun 57 persen.
Meski volume kendaraan di sejumlah titik menurun, Gerbang Tol Probolinggo masih mencatat angka tertinggi. Sebanyak 5.258 kendaraan tercatat keluar menuju arah Probolinggo dan sekitarnya, meski angka ini pun tetap turun 16 persen dari periode sebelumnya. Sementara itu, kendaraan yang masuk menuju Surabaya dari arah timur tercatat 4.786 unit, juga turun 17 persen. Kecepatan rata-rata kendaraan di seluruh ruas tol berada di kisaran 70-80 km/jam, pertanda lalu lintas mengalir mulus.
Di jalur arteri, denyut mudik terasa lebih stabil. Di perbatasan Jatim-Jateng, titik pantau seperti Tuban mencatat 1.902 kendaraan masuk dan 1.531 keluar. Ngawi menjadi yang terpadu dengan 3.198 kendaraan masuk dan 3.042 keluar. Sementara di Bojonegoro, Magetan, Pacitan, dan Ponorogo, arus kendaraan tercatat dalam jumlah yang relatif kecil, berkisar antara 135 hingga 1.684 unit. Kecepatan di jalur ini pun normal, 50-70 km/jam, tanpa hambatan.
Kabar baik lainnya, Polda Jatim mencatat tidak ada kejadian kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut. "Berdasarkan data DORS, laka lantas nihil. Juga tidak ada bencana alam, rekayasa lalu lintas, atau pelanggaran kendaraan sumbu tiga," ungkap AKP Muchamad Saifudin. Meski situasi terkendali, Polda Jatim memastikan pemantauan dan pengamanan tetap dilakukan secara intensif. Masyarakat diimbau untuk terus berhati-hati dan memanfaatkan fasilitas mudik yang telah disediakan demi mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia. (Avs)
