Terminal Anjuk Ladang di Nganjuk bukan hanya tempat bertemunya kendaraan dan penumpang, tetapi juga sumber penghidupan bagi puluhan pedagang asongan, pengemudi ojek, dan tukang becak mesin. Pada Kamis (5/3/2026), mereka mendapat kunjungan istimewa dari Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa. Bukan untuk razia, melainkan untuk berbagi pesan keselamatan berlalu lintas.
IPTU Dwi Purnomo yang turun langsung ke lapangan menyadari bahwa kelompok ini memiliki peran penting dalam ekosistem terminal, namun juga paling rentan terhadap risiko kecelakaan. Ia memberikan edukasi dengan cara yang santai namun serius, mengingatkan agar mereka tidak berjualan atau mangkal terlalu dekat dengan jalur keluar masuk bus. "Rezeki penting, tapi keselamatan lebih penting. Kalau kita celaka, rezeki juga berhenti," ujarnya disambut anggukan setuju dari para pedagang.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menambahkan bahwa edukasi kepada komunitas terminal ini merupakan bagian dari upaya menciptakan budaya tertib lalu lintas yang inklusif. "Kami ingin semua elemen masyarakat, termasuk yang beraktivitas di terminal, memahami pentingnya keselamatan. Mereka adalah bagian dari sistem lalu lintas yang harus dijaga," jelasnya. Program ini juga menjadi ajang untuk mendengar langsung keluhan dan masukan dari warga terminal terkait kondisi lalu lintas di sekitar mereka.
Melalui pendekatan humanis seperti ini, Satlantas Polres Nganjuk berharap pesan keselamatan tidak hanya didengar tetapi juga dihayati dan dipraktikkan sehari-hari. Para pedagang dan pengemudi ojek pun pulang dengan pemahaman baru: bahwa mencari nafkah dan menjaga keselamatan bisa berjalan beriringan. Inilah sinergi nyata antara polisi dan masyarakat untuk Nganjuk yang lebih aman dan tertib. (Avs)
