Bukan Sekadar Patroli: Ini Filosofi Pengamanan Polres Probolinggo di Gunung Bromo


Ada yang berbeda dari gelaran pengamanan libur Lebaran di kawasan Gunung Bromo tahun ini. Polres Probolinggo tak hanya mengerahkan personel, tetapi juga menghadirkan pendekatan preventif yang menyentuh langsung kesadaran wisatawan. Dipimpin oleh Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala, patroli difokuskan di Desa Ngadisari—kawasan yang menjadi denyut nadi akses menuju destinasi super prioritas tersebut. Di sinilah polisi dan wisatawan bertatap muka, berbincang sejenak tentang risiko perjalanan di tengah cuaca yang berubah-ubah.

AKP Ardhi menyampaikan imbauan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pengunjung yang mayoritas berasal dari luar daerah. Ia menyoroti dua ancaman utama di jalur pegunungan: kabut yang bisa turun kapan saja tanpa peringatan dan jalanan yang licin akibat embun atau sisa hujan. Ia bahkan sempat mengingatkan satu per satu pengendara sepeda motor untuk tidak memaksakan diri jika kondisi fisik mulai menurun. "Kami ada di sini bukan untuk menggerebek, tapi untuk melindungi. Kalau ada kendala, segera hubungi kami," ujarnya.

Di sisi lain, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif memberikan perspektif yang lebih luas. Menurutnya, kehadiran Polri di destinasi wisata seperti Bromo adalah bagian dari transformasi pelayanan publik. Ia ingin menepis anggapan bahwa polisi hanya hadir saat ada razia atau penindakan. Sebaliknya, pengamanan kali ini dibangun di atas pilar pengayoman, di mana masyarakat merasa dilindungi sejak sebelum memasuki kawasan rawan. Ia pun kembali menegaskan ketersediaan call center 110 sebagai jembatan cepat antara wisatawan dengan bantuan kepolisian.

Lonjakan jumlah wisatawan menjadi tantangan tersendiri yang harus diimbangi dengan kesiapan di lapangan. Data menunjukkan bahwa pada puncak kunjungan, tercatat 1.720 orang memasuki kawasan Bromo melalui pintu Cemoro Lawang dalam kurun waktu 18 jam. Dari jumlah itu, 73 orang adalah wisatawan asing. Total kendaraan roda empat mencapai 448 unit, sementara roda dua tercatat 117 unit, ditambah pengunjung yang memilih trekking. Dengan dinamika seperti ini, patroli berkala yang dilakukan Polres Probolinggo bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mutlak untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama