Kerutan di dahi para calon pemohon SIM perlahan mengendur. Itulah pemandangan yang terlihat di Satpas Polres Nganjuk saat program penyuluhan berlangsung. Mereka yang datang dengan segudang pertanyaan tentang prosedur dan ujian, perlahan menemukan jawabannya. Satlantas hadir bukan sebagai sosok yang menegangkan, melainkan sebagai mitra yang membimbing.
Petugas dengan sabar, seperti Aipda Andik, duduk bersama masyarakat, menjelaskan secara gamblang perbedaan antara ujian teori yang berbasis komputer dan ujian praktik manuver. Masyarakat diajarkan trik-trik dasar, seperti teknik menjaga keseimbangan saat melewati trek Zig-Zag atau cara tepat mengatur waktu pengereman. Semua dilakukan agar pemohon tidak grogi saat hari H.
Lebih dari itu, pesan moral tentang etika berkendara selalu diselipkan di sela-sela penjelasan teknis. Kesadaran bahwa SIM adalah lisensi yang harus dipertanggungjawabkan terus ditanamkan. Hasilnya, masyarakat pulang bukan hanya dengan informasi prosedural, tetapi juga dengan bekal mental dan tekad menjadi pengendara yang lebih baik dan patuh aturan.(Avs)
Tags:
POLRI
.jpeg)
