Seorang ayah dari Jakarta Timur bernama Edy (38) hampir melewatkan momen istimewa saat melintasi Nganjuk. Kelelahan dalam perjalanan mudik menuju Tulungagung membuatnya memutuskan berhenti di Pos Pelayanan Pujahito, sebuah tempat yang kemudian mengubah persepsinya tentang pelayanan kepolisian. Pada Minggu (22/3/2026), ia mendapati bahwa Polres Nganjuk telah mengubah pos biasa menjadi pusat pemulihan lengkap dengan alat pijat gratis, ruang bermain anak, serta layanan kesehatan dan bengkel darurat. Edy merasa bahwa petugas di sini tidak hanya mengamankan lalu lintas, tetapi benar-benar hadir untuk merawat pemudik agar tetap fit sampai tujuan.
Yang paling mengesankan bagi Edy adalah perhatian terhadap detail kebutuhan keluarga. Saat anak-anaknya asyik di ruang bermain, ia dapat dengan tenang melakukan cek kesehatan sambil berbincang dengan petugas yang ramah. Edy juga menyoroti bagaimana kehadiran polisi di setiap simpul jalan memberikan rasa aman ekstra, membuatnya tidak perlu khawatir akan potensi kemacetan atau hal-hal tak terduga lainnya. Menurutnya, pelayanan seperti inilah yang membuat perjalanan mudik tahun ini terasa berbeda; lebih manusiawi dan penuh perhatian, seolah-olah ada saudara yang siap membantu di sepanjang rute.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menyebut bahwa pendekatan pelayanan yang diterapkan merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pemudik modern yang tidak hanya ingin aman, tetapi juga nyaman. Ia menjelaskan bahwa fasilitas seperti tempat istirahat memadai dan ruang ibadah sengaja dihadirkan untuk menjawab kebutuhan fisik dan spiritual para pelintas. Melalui optimalisasi pos ini, Polres Nganjuk berupaya membangun kepercayaan publik bahwa institusi kepolisian adalah mitra perjalanan yang dapat diandalkan. Harapannya, setiap pemudik yang melewati Nganjuk tidak hanya selamat sampai tujuan, tetapi juga membawa cerita manis tentang keramahan dan kepedulian yang mereka temukan di perjalanan.(Avs)
