Di balik tugas rutin menjaga keamanan dan ketertiban, Polres Nganjuk menyisihkan waktu untuk sesuatu yang lebih mendalam. Pada Jumat, 27 Maret 2026, Masjid Al-Ikhlas menjadi saksi bagaimana institusi kepolisian itu merangkul sisi spiritual dan sosial secara bersamaan. Melalui kegiatan Binrohtal yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, para personel diajak untuk merenung bahwa menjaga masyarakat tidak hanya dilakukan dengan patroli atau razia, tetapi juga dengan hadir memberikan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan.
Kegiatan ini memperlihatkan keseriusan Polres Nganjuk dalam membangun sumber daya manusia yang unggul secara mental dan spiritual. Kabag SDM Polres Nganjuk, KOMPOL Burhanudin, S.Sos., dalam arahannya menyebutkan bahwa pembinaan rohani seperti ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pondasi untuk menciptakan personel yang memiliki ketahanan batin. Ia juga menekankan bahwa santunan yang diberikan adalah wujud nyata bahwa kepedulian sosial adalah bagian dari tugas pokok kepolisian yang sering kali tidak tertulis dalam buku pedoman, tetapi sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Hadir sebagai penceramah, KH. Mohammad Kholil dari Polsek Loceret membawa pesan yang menyentuh esensi kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa memuliakan anak yatim dan menjaga silaturahmi adalah dua amalan yang saling menguatkan. Dalam konteks tugas kepolisian, ia menekankan bahwa personel yang memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan sesama rekan kerja akan lebih mudah mendapatkan dukungan dan keberkahan dalam setiap langkah tugasnya. Ceramahnya menjadi pelecut semangat bagi personel untuk menjalankan profesi dengan hati yang bersih.
Momen paling berkesan terjadi ketika para personel satu per satu menyerahkan bantuan sosial secara langsung kepada anak-anak yatim piatu. Tidak ada batasan formal antara pemberi dan penerima, semuanya larut dalam kebersamaan yang hangat. Polres Nganjuk melalui kegiatan ini ingin menegaskan bahwa institusi kepolisian adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat, dengan segala suka dan dukanya. Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai budaya yang mengakar dalam setiap pengabdian personel kepada bangsa dan negara. (Avs)
