Menjelang separuh perjalanan Ramadan 1447 H, Polres Bojonegoro Polda Jatim mengambil langkah istimewa dengan merangkul seluruh tokoh agama dalam satu forum kebersamaan. Pada Kamis (5/3/2026), Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro menjadi saksi silaturahmi hangat antara jajaran kepolisian dengan para Dai dan Pendeta Kamtibmas. Kapolres AKBP Afrian Satya Permadi, pada Sabtu (7/3/2026), menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam membangun sinergi dengan para pemuka agama demi menjaga kerukunan umat.
Kapolres menegaskan bahwa peran dai dan pendeta sangat vital dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif, terutama di bulan suci yang penuh toleransi ini. Ia mengajak seluruh tokoh agama untuk bersama-sama mendoakan agar Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Bojonegoro, senantiasa dilimpahi kedamaian. AKBP Afrian juga memohon dukungan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dimulai 13 Maret, demi kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri. "Tanpa doa dan restu para pemuka agama, tugas kami akan terasa berat," tuturnya dengan rendah hati.
Sementara itu, KH. Alamul Huda Masyhur selaku Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro dalam tausiyahnya menyampaikan filosofi sapu lidi yang sarat makna. Ia menjelaskan bahwa lidi yang berdiri sendiri rapuh, namun jika diikat menjadi satu akan kokoh membersihkan halaman. Begitu pula dengan bangsa ini, jika ulama dan umara bersatu, maka keamanan dan kesejahteraan akan mudah terwujud. Ia mengajak semua pihak untuk terus merajut kebersamaan, mengesampingkan perbedaan, demi mewujudkan Bojonegoro yang harmonis dan membanggakan bagi semua kalangan.(Avs)
