Jakarta, 20 April 2026 — Ribuan kilometer dari Jakarta, 140 personel Polri sedang bertugas di Republik Afrika Tengah bersama misi MINUSCA. Di tempat lain, 51 personel lagi tersebar di Sudan Selatan, Kongo, Siprus, hingga Abyei. Mereka adalah ujung tombak komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.
Di Mabes Polri, Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menerima delegasi United Nations Police Division yang dipimpin Faisal Shahkar. Pertemuan ini bukan basa-basi, melainkan evaluasi serius atas kontribusi Polri di berbagai medan konflik.
Faisal Shahkar mengakui bahwa personel Polri memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan memenuhi standar operasional PBB. Apresiasi ini tidak datang dari ruang rapat yang nyaman, tetapi dari pengamatan langsung di daerah misi yang penuh risiko.
Wakapolri merespons dengan menegaskan dua hal: pertama, Polri akan terus meningkatkan profesionalisme melalui pelatihan seperti Annual FPU Commanders Workshop dan Annual Commanders Strategic Course. Kedua, keselamatan personel adalah harga mati.
"Kami akan terus menekankan aspek keamanan dan keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di daerah misi," tegas Wakapolri. Komitmen ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk ikut menjaga ketertiban dunia.
Dengan persiapan FPU Level 3 dan kerja sama yang semakin erat sejak penandatanganan Cooperation Action Points pada Juni 2024, Polri optimistis kemitraan strategis ini akan semakin solid dan adaptif. Bukan hanya untuk kebanggaan institusi, tetapi untuk kemanusiaan global. (Avs)
