Hanya Butuh Dua Hari: Polri Buktikan Dominasi Bela Diri, Emas Pencak Silat di Belgia Menyusul Juara Taekwondo di Jepang


Akhir April 2026 menjadi pekan emas bagi kepolisian Indonesia di kancah olahraga internasional. Pada 27 April, atlet Polri berhasil menjadi Juara Umum The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship di Osaka, Jepang. Baru sehari berselang, pada 24–27 April 2026, Timnas Pencak Silat Indonesia yang dikelola Polri menggondol 4 medali emas dan 1 perak di Belgium Open Pencak Silat Championship di Schoten, Belgia. Paduan dua prestasi ini membuktikan bahwa Polri telah berhasil membangun ekosistem olahraga bela diri yang terintegrasi, modern, dan berorientasi prestasi dunia. Tidak tanggung-tanggung, tiga dari peraih emas adalah taruna Akademi Kepolisian (Akpol), menandakan regenerasi berjalan mulus.

Raihan emas datang dari M. Zaki Zikrilah Prasong (Taruna Akpol) di Kelas B Putra, Iqbal Chandra Pratama di Kelas F Putra, Safira Dwi Meilani di Kelas C Putri, serta Regu Putra yang terdiri dari Asep Yuldan Sani, Rano Slamet Nugraha (Taruna Akpol), dan Andika Dhani Reksa (Taruna Akpol). Medali perak disumbangkan Tito Hendra Septa Kurnia di Kelas E Putra. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembentukan Komite Olahraga Polri pada Mei 2024 oleh Listyo Sigit Prabowo bukan sekadar wacana. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, komite ini berhasil mengubah potensi menjadi prestasi nyata, dengan pembinaan yang dimulai sejak dini di lingkungan akademi kepolisian dan diperluas ke atlet nasional secara umum.

Wakapolri Dedi Prasetyo menyatakan bahwa capaian ini adalah bukti nyata dari pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa dalam waktu kurang dari satu minggu, Polri telah menunjukkan eksistensinya sebagai kontributor utama prestasi olahraga bela diri Indonesia. Peran Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, sebagai Manager Timnas Pencak Silat Indonesia juga mendapat pujian karena mampu membawa tim berlatih dan bertanding dengan standar internasional, termasuk persiapan mental dan taktik yang matang. Menurutnya, Komite Olahraga Polri telah menjadi wadah yang menjamin hak-hak atlet, mulai dari asuransi, pelatih profesional, hingga jadwal tanding yang tidak mengganggu tugas kepolisian bagi atlet yang juga personel aktif.

Keberhasilan di Belgia ini adalah fondasi kokoh menuju SEA Games 2027 di Malaysia. Dengan modal mental juara dan persiapan yang semakin terstruktur, Timnas Pencak Silat Indonesia optimistis dapat mempertahankan tradisi emas dan membungkam lawan-lawannya di Asia Tenggara. Yang tak kalah penting, prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa dengan sistem yang baik, disiplin, dan dukungan penuh dari institusi seperti Polri, mimpi menjadi juara dunia bukanlah khayalan. Polri Presisi telah membuktikan: mendukung prestasi berarti mengharumkan negeri, satu medali emas pada satu waktu.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama