Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang melintas di Jalan Barito Nganjuk, Jumat pagi itu terlihat pemandangan yang mengundang rasa penasaran. Sejumlah personel kepolisian dari Satlantas Polres Nganjuk dengan sigap mengatur posisi, bukan untuk menyiapkan razia besar-besaran, melainkan untuk menyapa para pengendara satu per satu. Program "Polantas Menyapa" hadir dengan wajah baru penegakan hukum yang lebih hangat dan bersahabat tanpa meninggalkan inti tujuan keselamatan.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Aipda Andi menghentikan seorang pengendara muda yang melaju tanpa helm berstandar SNI. Dengan nada yang tidak menggurui, ia mengajak pengendara tersebut untuk turun dan duduk sejenak di trotoar. Di sanalah ia menjelaskan secara panjang lebar bahwa helm yang layak adalah benteng terakhir antara kepala seseorang dengan aspal keras saat kecelakaan terjadi.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menyampaikan kepada awak media bahwa pendekatan seperti ini terbukti lebih efektif di berbagai daerah. Ia menjelaskan bahwa masyarakat cenderung lebih ingat terhadap teguran yang disampaikan dengan cara yang santun dan penuh perhatian. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun kepercayaan publik bahwa polisi hadir untuk melindungi, bukan mencari-cari kesalahan.
Ke depan, Satlantas Polres Nganjuk berencana untuk menjadikan program "Polantas Menyapa" sebagai agenda rutin yang tidak hanya dilakukan di Jalan Barito tetapi juga di ruas-ruas jalan lainnya. Mereka juga akan menggandeng tokoh masyarakat dan komunitas motor untuk menyebarluaskan pesan keselamatan ini. Harapan terbesarnya adalah suatu saat nanti, tidak ada lagi pengendara di Nganjuk yang nekat melaju tanpa helm standar atau perlengkapan keselamatan lainnya.(Avs)
