Senjata Api Bukan Mainan: 64 Personel Polres Nganjuk Diperiksa Fisik dan Psikologi Serentak


Pukul 08.00, Kamis, 9 April 2026, puluhan personel Polres Nganjuk mulai memenuhi Aula Tantya Sudhirajati. Bukan untuk latihan menembak, melainkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologi. Targetnya 64 orang, terdiri dari calon dan pemegang senjata api organik Polri. Mereka akan diuji fisik, diambil sampel urinenya, dan diminta mengisi Tes MMPI yang panjang. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban institusi terhadap potensi bahaya yang melekat pada setiap senjata api yang dibawa personel sehari-hari.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengingatkan bahwa sejarah mencatat banyak insiden penyalahgunaan senpi oleh oknum polisi yang tidak stabil secara mental atau di bawah pengaruh narkoba. "Kami tidak ingin itu terjadi di Nganjuk. Karena itu, pemeriksaan ini wajib dan berkala. Tidak ada kompromi," ujarnya dengan tegas. Tes fisik meliputi pengecekan tekanan darah, fungsi jantung, dan kondisi organ vital lainnya. Tes urin menyaring 5 jenis narkoba sekaligus. Sedangkan tes MMPI, yang terdiri dari ratusan pertanyaan, akan mengungkap aspek kepribadian yang paling tersembunyi sekalipun.

Iptu dr. Galih Bayu Prakoso menjelaskan bahwa MMPI mampu mendeteksi kecenderungan psikopat, gangguan kecemasan, hipokondria, hingga skizofrenia ringan. "Hasil tes ini tidak serta-merta melabeli seseorang sebagai gila. Tapi jika skornya masuk zona patologis, kami akan merekomendasikan pencabutan izin senpi dan rujukan ke psikiater," jelasnya. Dari 64 personel, beberapa mungkin merasa keberatan atau cemas, tapi proses tetap berjalan objektif. Tim Biddokkes Polda Jatim memastikan bahwa semua data bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan internal.

Penutup dari pemeriksaan serentak ini adalah tentang keberanian institusi untuk mengoreksi diri. Polres Nganjuk tidak takut menemukan personel yang tidak layak, karena bagaimanapun, lebih baik ditemukan saat tes daripada terjadi tragedi di lapangan. Dengan 64 personel yang menjalani penyaringan komprehensif, Polres Nganjuk mengirim sinyal bahwa profesionalisme polisi tidak hanya diukur dari keberanian di lapangan, tapi juga dari kesehatan jiwa dan raga yang terjamin. Senjata api adalah alat, dan alat hanya boleh dipegang oleh tangan yang benar-benar siap. (Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama