Ada Polisi dan Tentara di Kebun Sawi Belakang Rumah Warga Ngadipiro

Jumat (29/5/2026) menjadi hari yang berbeda bagi warga Desa Ngadipiro, Nganjuk. Di pekarangan belakang rumah mereka, tampak dua sosok yang tak biasa: Bripka Yuli Priyanto dari Polsek Wilangan dan seorang Babinsa. Mereka tidak sedang berpatroli atau latihan perang. Mereka sedang memantau tanaman sawi warga sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Inilah wajah baru pengabdian: polisi dan tentara yang rela berlutut di tanah, memeriksa daun sawi, dan ngobrol santai soal pupuk serta hama. Dari kebun kecil itulah semangat kemandirian pangan mulai bersemi.

Tanaman sawi dipilih karena sangat cocok dengan lahan pekarangan yang tidak terlalu luas. Warga cukup menyiapkan bedengan sederhana, menabur benih, lalu merawatnya dengan air dan pupuk organik. Dalam pemantauannya, Bripka Yuli dan Babinsa menemukan bahwa sebagian warga masih bingung mengatasi hama ulat gregat. Mereka pun memberi solusi sederhana: menggunakan larutan bawang putih atau daun pepaya sebagai pestisida alami. Warga terkejut sekaligus senang, karena solusi itu murah dan mudah dilakukan. Kebun sawi pun kembali hijau dan subur.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa program seperti ini akan terus digenjot. "Polri hadir untuk memotivasi masyarakat agar lahan yang ada tidak menganggur," ujarnya. Kapolsek Wilangan AKP Muh. Fatoni menambahkan bahwa koordinasi dengan Babinsa adalah kunci sukses. "Kami kompak mendampingi warga, dari awal tanam hingga panen," katanya. Dengan cerita ini, Ngadipiro mengirim pesan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan menteri atau gubernur. Ia adalah urusan tetangga, polisi, tentara, dan sebatang sawi di belakang rumah. (Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama