Ayam Kampung, Lahan Sempit, dan Polisi yang Jadi Motivator Warga Nganjuk


Siapa sangka, ternak ayam kampung di pekarangan sempit bisa menjadi sumber pendapatan menjanjikan? Di Desa Banjaranyar, Nganjuk, Senin (18/5/2026), AIPTU Pramu Sandita sang Bhabinkamtibmas turun langsung memantau warga yang mulai serius menggeluti usaha ini. Ayam kampung dipilih karena perawatannya mudah, daya tahan tubuhnya kuat, dan yang terpenting: nilai ekonominya tinggi di pasaran. Ini adalah gerakan kecil dengan dampak besar untuk ketahanan pangan keluarga.(Avs)

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengapresiasi langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa Polri terus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal menjadi kegiatan produktif. Di lapangan, Pramu tidak sekadar memeriksa kandang dan kesehatan ternak. Ia juga duduk berdialog dengan warga, berbagi tips pemeliharaan agar ayam tetap sehat dan produktif. Hasilnya, warga semakin antusias dan percaya diri mengembangkan ternaknya.(Avs)

Permintaan pasar terhadap ayam kampung stabil dan cenderung meningkat. Ini peluang emas bagi warga desa. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi pun menginstruksikan seluruh anggota untuk aktif memberikan pendampingan di sektor pertanian dan peternakan. "Kegiatan ini harus memberi motivasi," tegasnya. Dengan pendampingan berkelanjutan, usaha ternak ayam kampung bisa menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.(Avs)

Melalui inisiatif sederhana ini, diharapkan lebih banyak warga yang tergerak memanfaatkan lahan pekarangannya. Bhabinkamtibmas Pramu telah membuktikan bahwa polisi bisa menjadi agen perubahan kesejahteraan. Dari Banjaranyar, sebuah pesan menyebar: ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas. Cukup pekarangan rumah, ayam kampung, dan semangat didampingi polisi yang peduli, maka ekonomi keluarga pun ikut naik kelas.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama