Polsek Geneng Datangi SMPN 1 Geneng: 920 Siswa Diajak Perangi Bullying dan Narkoba dari Dalam Diri


NGAWI – Tidak ada razia, tidak ada penangkapan. Yang ada adalah Bhabinkamtibmas Bripka Sri Wahyuni, S.H., duduk santai namun serius di hadapan 920 siswa SMPN 1 Geneng, Selasa (12/5/26). Polres Ngawi melalui Polsek Geneng menggelar sosialisasi pencegahan bullying dan bahaya narkoba. Kapolsek Geneng Kompol Haris Sunarto menekankan bahwa edukasi seperti ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan generasi muda. Alih-alih menunggu kasus terjadi, Polri memilih datang lebih dulu ke sekolah-sekolah untuk membangun benteng moral dari dalam diri setiap siswa.

Materi yang disampaikan Bripka Sri Wahyuni dirancang khusus agar relevan dengan keseharian remaja. Ia tidak hanya berbicara tentang definisi formal bullying, tetapi memberikan contoh-contoh nyata: ejekan di grup WhatsApp, pengucilan di kantin, hingga komentar kebencian di media sosial. Semua itu, katanya, adalah bentuk kekerasan yang tidak boleh dibiarkan. Sementara untuk narkoba, ia mengingatkan bahwa bandar saat ini sangat pintar menyasar pelajar dengan harga murah dan kemasan yang menarik. Satu kali coba bisa menjadi awal dari kehancuran.

Antusiasme para siswa terlihat dari cara mereka merespon sesi tanya jawab. Seorang siswi mengaku pernah melihat temannya di-bully, tetapi tidak tahu harus melapor ke siapa. Bripka Sri Wahyuni memberikan solusi praktis: sampaikan ke guru, ke polisi, atau bisa juga ke orang tua. Tidak ada yang salah dengan menjadi pelapor. Justru diam adalah bentuk pembiaran terhadap kejahatan. Pihak sekolah pun menyatakan kesiapan untuk membuka saluran pengaduan khusus baik untuk bullying maupun indikasi penyalahgunaan narkoba.

Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berhasil menanamkan satu pesan penting: melawan bullying dan narkoba dimulai dari kesadaran diri sendiri, bukan hanya dari peraturan sekolah. Kapolsek Geneng berharap kegiatan serupa bisa menjangkau seluruh sekolah di wilayah hukumnya. Karena masa depan bangsa ada di tangan anak-anak hari ini, dan Polri ingin memastikan tangan-tangan itu bersih dari narkoba dan tidak pernah menjadi pelaku atau korban perundungan. (Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama