Stop Bertanam Ketinggalan Zaman! BRIGPOL Al Hanib Ajak Warga Sonobekel Panen Sawi Hidroponik di Pekarangan


Masih berkebun dengan cara konvensional yang butuh banyak tanah dan perawatan ribet? Warga Sonobekel, Nganjuk, kini punya pilihan lebih cerdas berkat pendampingan Bhabinkamtibmas BRIGPOL Al Hanib. Pada Rabu (20/5/2026), ia memantau langsung program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang menggunakan sistem hidroponik untuk menanam sawi, sebuah metode modern yang hemat tempat, mudah perawatan, dan mampu menghasilkan sayuran sehat berkualitas tanpa perlu repot menyiangi rumput atau menggemburkan tanah. Langkah ini adalah jawaban nyata untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dari level rumah tangga.

Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan bahwa Polri melalui jajaran Bhabinkamtibmas akan terus menggerakkan masyarakat agar tidak takut mencoba teknologi pertanian terbaru. Ia menjelaskan bahwa pekarangan rumah yang selama ini sering hanya ditanami tanaman hias, kini bisa disulap menjadi sumber pangan bergizi dengan sistem hidroponik yang sederhana dan murah. Tanaman sawi dipilih karena memiliki siklus panen yang sangat singkat, hanya sekitar 30-40 hari, sehingga warga bisa menikmati hasilnya berkali-kali dalam setahun tanpa perlu menunggu lama.

Di lokasi, BRIGPOL Al Hanib melakukan monitoring menyeluruh terhadap perkembangan tanaman sawi sekaligus berdialog dengan warga tentang kendala teknis yang sering muncul, seperti matinya pompa air atau timbulnya lumut di pipa. Ia memberikan solusi praktis, misalnya menggunakan timer otomatis untuk sirkulasi air dan menutup pipa dari sinar matahari langsung agar lumut tidak cepat tumbuh. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung inovasi anggota yang aktif memberikan edukasi dan pendampingan, karena metode hidroponik yang hemat lahan ini sangat cocok untuk wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Jika semua desa di Indonesia berani meninggalkan cara lama dan beralih ke hidroponik seperti yang dicontohkan BRIGPOL Al Hanib, maka ketahanan pangan nasional bukan lagi mimpi. Sawi yang dipanen dari pekarangan sendiri rasanya lebih segar, lebih bersih, dan pastinya lebih murah karena tidak perlu biaya transportasi dan kemasan. Desa Sonobekel kini menjadi laboratorium hidup pertanian modern, dan Bhabinkamtibmas-nya adalah profesor kehormatan yang tidak pernah lelah mengajar warganya bahwa menanam sayur itu bisa sesederhana bermain air.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama