Air Mulai Surut, Bhabin Sanggrahan Bergerak: Pemantauan Lahan Jagung Jadi Kunci Antisipasi Kemarau


Nganjuk - Debit air sungai mulai menurun, sumur-sumur dangkal perlahan mengering, dan tanah di lahan jagung Desa Sanggrahan mulai retak-retak halus. Tanda-tanda musim kemarau sudah tidak bisa diabaikan. Pada Senin (8/6/2026), AIPTU Sugeng, Bhabinkamtibmas yang juga berperan sebagai penggerak ketahanan pangan, turun ke sawah untuk melakukan pemantauan. Ia tidak datang dengan tangan hampa, tetapi dengan niat mendampingi para petani agar tidak gagal panen akibat kekeringan. Setiap petak lahan ia datangi, setiap keluhan ia catat, dan setiap solusi ia diskusikan bersama warga. Ini bukan sekadar tugas, ini adalah panggilan untuk memastikan bahwa jagung sebagai komoditas penting tetap bisa bertahan di tengah ancaman air yang semakin surut.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa sektor pertanian memerlukan perhatian khusus saat musim kemarau, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani tetapi juga oleh ketahanan pangan nasional secara keseluruhan. Tanaman jagung, yang menjadi salah satu komoditas unggulan, membutuhkan pengairan yang cukup agar pertumbuhannya optimal. “Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir mendampingi masyarakat untuk membantu mengidentifikasi kendala pertanian sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar AKBP Suria. Dengan kehadiran AIPTU Sugeng di lapangan, petani memiliki mitra yang bisa membantu mereka menyuarakan kebutuhan air ke pihak-pihak terkait.

Di lapangan, AIPTU Sugeng melakukan pengecekan kondisi lahan dan tanaman jagung secara menyeluruh. Ia berbicara dengan petani satu per satu, menanyakan sistem pengairan yang mereka gunakan, kondisi sumber air terdekat, dan langkah apa yang sudah mereka siapkan untuk menghadapi puncak kemarau. Beberapa petani mengaku sudah mulai menggunakan pompa air, tetapi biaya bahan bakar yang mahal membuat mereka tidak bisa melakukannya setiap hari. AIPTU Sugeng mencatat dan berjanji akan mengoordinasikan dengan pemerintah desa untuk mencari solusi, misalnya dengan membuat jadwal giliran pompa yang lebih teratur atau mencari sumber pendanaan untuk pompa tenaga surya.

AKP Muh. Fatoni, Kapolsek Wilangan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung keterlibatan anggota dalam mendampingi masyarakat di sektor pertanian. Menurutnya, antisipasi sejak dini adalah kunci agar kemarau tidak menjadi bencana bagi petani. “Kami berharap koordinasi antara petani dan pihak terkait dapat berjalan baik sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap terpenuhi dan produktivitas tanaman tetap terjaga,” ujar AKP Muh. Fatoni. Dari lahan jagung Sanggrahan, AIPTU Sugeng membawa pulang daftar panjang kebutuhan dan harapan petani. Namun ia juga membawa keyakinan bahwa dengan kerja sama yang baik, musim kemarau bukanlah akhir dari segalanya. Air mungkin surut, tetapi semangat petani yang didampingi polisi tidak akan pernah surut.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama