Nganjuk- Di Dusun Gilis, Desa Sonobekel, botol plastik, galon bekas, dan kaleng-kaleng tak terpakai kini berubah menjadi kebun sayur hidroponik dan organik yang menghijau, sebuah kreativitas yang mendapat apresiasi dari Bhabinkamtibmas Brigadir Al-Hanib, Sabtu (20/6/2026). Warga setempat dengan penuh inovasi mengubah limbah rumah tangga menjadi media tanam yang rapi dan fungsional, sekaligus mengolah sisa dapur menjadi kompos yang menyuburkan tanaman tanpa bahan kimia berbahaya. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh pemanfaatan barang bekas sebagai sarana budidaya tanaman, karena langkah ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.
Brigadir Al-Hanib melakukan pemantauan langsung ke lokasi, melihat bagaimana warga merawat tanaman sayur di media tanam dari botol bekas yang ditata rapi di pekarangan, serta mengecek kualitas kompos yang dihasilkan dari limbah dapur. Ia berdialog dengan warga tentang teknik hidroponik sederhana yang mereka terapkan, memberikan apresiasi dan semangat agar inovasi ini terus berkembang dan bahkan bisa menjadi contoh bagi dusun-dusun lain di sekitar Desa Sonobekel. Warga yang terlibat dalam gerakan ini merasa bangga dan termotivasi, karena mereka membuktikan bahwa dengan barang bekas sekalipun, mereka bisa menghasilkan sayuran segar dan sehat untuk keluarga.
Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa kreativitas warga Dusun Gilis dalam mengelola barang bekas menjadi kebun sayur adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi dan berkarya. Melalui inovasi ini, warga tidak hanya mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber pangan yang bergizi dan bernilai ekonomi. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan gerakan ramah lingkungan berbasis pangan ini, karena Polri hadir untuk menjadi mitra masyarakat dalam membangun ketahanan pangan yang inovatif dan berkelanjutan.(Avs)
