Nganjuk- Pemandangan berbeda terlihat di lahan jagung Desa Karangsono pada Senin (15/6/2026). AIPTU Slamet Rahadi, yang biasa dikenal sebagai Bhabinkamtibmas, kini bertransformasi menjadi "penjaga pertanian" di tengah ancaman musim kemarau. Bersama petani binaannya, ia memantau kondisi tanaman jagung yang tetap subur berkat pemanfaatan sumur bor sebagai sumber air cadangan. Gerakan ini adalah perpanjangan tangan program ketahanan pangan nasional yang dijalankan dari tingkat desa. Bukan senjata atau radio komunikasi, yang dibawa kali ini adalah alat ukur debit air dan semangat kemandirian pangan.
Nganjuk- Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penentu utama produktivitas pertanian saat kemarau. "Polri melalui Bhabinkamtibmas terus mendampingi masyarakat. Pemanfaatan sumur bor adalah langkah positif yang patut dicontoh," ujar AKBP Suria. Ia menekankan bahwa jagung bukan sekadar tanaman biasa, melainkan komoditas strategis yang mendukung ketahanan pangan nasional, mulai dari bahan pangan pokok hingga industri pakan ternak. Jika produksi jagung terganggu akibat kemarau, dampaknya akan terasa hingga ke sektor peternakan dan perekonomian rakyat.
Nganjuk- Di lokasi, AIPTU Slamet Rahadi melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi tanaman jagung. Ia juga memantau langsung pemanfaatan sumur bor, memastikan pompa berfungsi baik dan distribusi air merata ke seluruh lahan. Warga pun diajak berdiskusi tentang langkah-langkah antisipasi jika kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan. Kapolsek Loceret AKP Triyono menegaskan bahwa pendampingan polisi tidak akan berhenti pada tahap pemantauan saja. "Kami akan terus memfasilitasi petani, termasuk menjembatani kebutuhan perawatan sumur bor jika diperlukan," tegas AKP Triyono.
Nganjuk- AKP Triyono berharap keberhasilan Desa Karangsono dalam memanfaatkan sumur bor dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang rawan kekeringan. "Bayangkan jika setiap desa memiliki sumur bor yang terawat, maka tidak ada lagi lahan jagung yang gagal panen karena kemarau," ungkapnya. Melalui pemantauan rutin dan sinergi antara polisi dan petani, ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun musim kemarau melanda. Dari sumur bor di Karangsono, air terus mengalir, dan jagung terus berbuah untuk Indonesia.(Avs)
