Madiun- Ada yang berbeda dari persiapan Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur dalam menyambut Bulan Suro 1448 H/2026 M tahun ini. Selain menyiagakan sekitar 838 personel gabungan di berbagai titik strategis, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi juga menyelipkan pesan filosofis yang mendalam. Ia ingin tradisi Suroan milik PSHT dan Suran Agung milik PSHW Tunas Muda tidak sekadar berlangsung aman, tetapi benar-benar menjadi ajang mempererat persaudaraan antar sesama anak bangsa.
Kapolres mengungkapkan hal itu usai memimpin rapat koordinasi di Graha Krida Praja Kota Madiun pada Kamis (11/6/2026). Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa pengamanan tidak akan dilakukan sendiri oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan petugas keamanan lintas sektor termasuk unsur internal perguruan pencak silat. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan rasa memiliki bersama sehingga setiap pihak merasa bertanggung jawab menjaga kondusifitas wilayah.
Polres Madiun Kota juga telah melakukan berbagai langkah preventif seperti peningkatan patroli dan sambang ke lingkungan masyarakat maupun lokasi latihan pencak silat. Kapolres mengajak seluruh masyarakat dan keluarga besar perguruan untuk bersama-sama menjaga Kota Madiun tetap aman. "Bulan Suro adalah momentum mempererat persaudaraan, bukan ajang menunjukkan kekuatan," tegas AKBP Wiwin. Dengan sinergi dan pesan moral yang kuat, Polres Madiun Kota optimistis rangkaian kegiatan Suroan dan Suran Agung akan berjalan tertib, damai, dan penuh kebersamaan.(Avs)
