Nganjuk- Di hamparan sawah Desa Maguan yang mulai kehilangan warna kuningnya karena padi demi padi ditebas, Bhabinkamtibmas Bripka Eka Novandika F. berdiri di tengah petani dengan pesan bahwa kemandirian pangan bangsa dimulai dari sawah-sawah kecil seperti ini, dan setiap bulir yang berhasil diselamatkan adalah sumbangsih bagi Indonesia, Sabtu (20/6/2026). Sebagai penggerak ketahanan pangan, ia mengingatkan bahwa pekerjaan petani bukanlah hal sepele, melainkan fondasi dari ketahanan nasional yang tidak bisa digantikan oleh apa pun, sehingga setiap proses panen harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa Polri bangga menjadi bagian dari perjuangan petani, karena kemakmuran bangsa sangat bergantung pada kemakmuran para petani di desa-desa seperti Maguan.
Nganjuk- Dalam pemantauannya, Bripka Eka berdialog dengan petani tentang kebanggaan mereka dalam menyumbangkan hasil pertanian untuk kebutuhan pangan lokal dan nasional, memberikan motivasi bahwa kerja keras mereka sangat berarti bagi jutaan orang di luar desa yang bergantung pada padi yang mereka hasilkan. Ia juga mengingatkan bahwa panen yang efisien bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap tanah dan hasil alam yang telah memberikan kehidupan bagi mereka. Petani yang mendengar pesan ini merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih baik, karena mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan memiliki makna yang lebih besar dari sekadar mencari nafkah sehari-hari.
Nganjuk- Kapolsek Berbek AKP Gatot Suwardi menegaskan bahwa Polsek Berbek akan terus mendukung petani Desa Maguan sebagai pahlawan pangan nasional, karena tanpa mereka, ketahanan pangan tidak akan pernah terwujud. Ia berharap semangat kebangsaan ini dapat terus berkobar di kalangan petani, menjadikan setiap musim panen sebagai momen untuk merayakan kontribusi mereka bagi Indonesia. Dengan pendekatan yang menguatkan rasa kebanggaan dan kemandirian, Polres Nganjuk membuktikan bahwa Polri hadir untuk mengingatkan masyarakat bahwa pahlawan sejati bangsa adalah mereka yang membanting tulang di sawah, menghidupi bangsa dari akar rumput dengan kerja keras yang tak kenal lelah.(Avs)
