Kapolres Probolinggo Buka Ruang Dialog Lewat Layar Lebar Piala Dunia


Probolinggo- Di tengah rutinitas kepolisian yang sarat dengan prosedur formal, AKBP M. Wahyudin Latif memilih pendekatan berbeda dengan mengundang mahasiswa dan komunitas ojol untuk nobar Piala Dunia 2026 di Ruang Rupatama Parama Satwika, Kamis malam. Langkah ini mencerminkan gaya kepemimpinan humanis yang menjadikan Polres Probolinggo bukan sebagai institusi yang menakutkan, melainkan tempat berkumpul yang nyaman bagi semua lapisan masyarakat. Kehadiran Wakapolres Kompol Yanuar Rizal Andrianto dan para pejabat utama turut menegaskan bahwa jajaran pimpinan siap turun ke akar rumput, mendengar suara-suara kecil yang sering terabaikan di balik hiruk-pikuk perkotaan.

Probolinggo- Kapolres menyampaikan bahwa nobar adalah simbol dari keterbukaan dan kesetaraan, di mana seorang mahasiswa bisa berdebat soal strategi tim kesayangan dengan kapolres, lalu beralih membahas persoalan kamtibmas dengan bahasa yang mudah dipahami. Ia mengajak seluruh peserta untuk memandang Polri sebagai mitra, bukan atasan, dalam menjaga stabilitas Probolinggo dari ancaman perpecahan dan informasi menyesatkan. Komunitas ojol yang sehari-hari berhadapan dengan dinamika jalanan mengaku merasa diapresiasi, karena keberadaan mereka diakui sebagai bagian penting dari ekosistem keamanan kota.

Probolinggo- Melalui malam penuh tawa dan semangat olahraga ini, AKBP Latif berharap tercipta ikatan emosional yang kuat antara polisi dan warga, sehingga setiap masalah dapat diselesaikan secara musyawarah sebelum menjadi konflik terbuka. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Probolinggo adalah rumah bersama, dan menjaga ketenteramannya adalah panggilan hati bagi setiap individu, terlepas dari profesi atau afiliasi organisasi. Di akhir acara, kapolres menutup dengan pesan inspiratif bahwa solidaritas tidak harus dimulai dari pidato resmi, melainkan bisa lahir dari kebersamaan menikmati 90 menit pertandingan yang menggetarkan jiwa.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama