Lumajang, Candipuro – Sebuah pemandangan berbeda terlihat di Dusun Sumberrejo, Desa Sumberejo, pada Kamis (11/6/2026). Aiptu Alex dan Brigadir Arief Setiawan, personel Polsek Candipuro yang ditugaskan sebagai penggerak ketahanan pangan, tidak sedang berdiri di balik meja. Mereka justru berjongkok di sela-sela tanaman jagung Advanta yang telah berusia 30 hari, ikut memupuk dan merawat bersama warga tani. Kapolsek Candipuro AKP Lugito menegaskan bahwa kehadiran polisi di sektor agraria adalah bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan strategis pemerintah. "Sesuai arahan Kapolres Lumajang, kami melakukan pendampingan untuk menggelorakan swasembada pangan," katanya.
Program ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden RI yang membidik kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan dari tingkat hulu. Polri tidak hanya berperan sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pendamping yang turun langsung ke ladang. AKP Lugito menjelaskan bahwa pendampingan akan terus dikawal secara berkala, mulai dari fase penanaman, perawatan intensif, hingga masa panen raya tiba. Dengan pengelolaan yang terukur, produktivitas komoditas pangan di Candipuro diharapkan mampu meningkat tajam dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Aiptu Alex menambahkan bahwa kehadiran polisi di sawah memberikan motivasi tersendiri bagi petani. Mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan. "Kami ingin warga tani di sini tetap semangat mewujudkan swasembada pangan. Karena itu, kami terus memberikan pendampingan di lapangan, termasuk membantu proses pemupukan," ujarnya. Polres Lumajang membuktikan bahwa swasembada pangan bukan hanya tugas menteri atau gubernur, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk di pundak para Bhabinkamtibmas. (Avs)
