Sura Agung di Ambang Pintu, Polres Gresik Keluarkan Tujuh Jurus Kamtibmas: "Ayo Jogo Gresik"


Tradisi Sura Agung di Gresik bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan panggung budaya yang mempertemukan ribuan warga dari berbagai perguruan pencak silat dan lapisan masyarakat. Menjelang pelaksanaannya, Polres Gresik Polda Jatim melalui Satuan Binmas memilih cara yang komunikatif: siaran interaktif di radio swasta pada Sabtu (6/6/2026). Dengan tema "SURA AGUNG AMAN, AYO JOGO GRESIK", kegiatan ini menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat, terutama bagi mereka yang akan terlibat langsung dalam rangkaian acara. Tidak ada nada menggurui, yang ada adalah ajakan kolektif untuk menjaga Gresik tetap aman, nyaman, dan berbudaya tanpa meninggalkan kewaspadaan.

Iptu M. Nur Setyabudi, Kasat Binmas Polres Gresik, tampil sebagai pembawa pesan utama dalam dialog tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah Kabupaten Gresik sebagai daerah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Bukan tanpa alasan, karena Sura Agung adalah momentum yang sangat dinanti, tetapi juga rawan dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mencari sensasi atau bahkan menciptakan keributan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh perguruan, pemuda, hingga warga biasa, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah selama perayaan berlangsung. "Ayo Jogo Gresik" menjadi seruan yang mengandung makna: jaga Gresik bersama, karena tidak ada yang lebih bangga daripada memiliki kampung yang damai.

Agar pesan tidak melayang begitu saja, Polres Gresik merumuskan tujuh poin utama imbauan kamtibmas yang mudah diingat dan dipraktikkan. Mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban daerah secara umum, mempererat persaudaraan antarperguruan pencak silat, tidak melakukan konvoi atau arak-arakan di jalan raya yang bisa memancing kemacetan dan emosi, serta tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya. Poin kelima adalah selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama, karena angka kecelakaan kerap meningkat saat ada kegiatan besar. Keenam, masyarakat diimbau bijak menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan hoaks atau provokasi. Dan ketujuh, segera laporkan potensi gangguan melalui Hotline 110 atau program "Cak Rama".

Penutup dari Iptu M. Nur Setyabudi dalam siaran tersebut menjadi pengingat yang sangat manusiawi. "Mari kita jadikan momentum Sura Agung ini sebagai ajang mempererat silaturahmi, bukan ajang gesekan. Perbedaan itu indah, dan kita semua bersaudara dalam budaya. Ayo Jogo Gresik bersama-sama," katanya dengan intonasi yang mengajak, bukan memerintah. Dengan strategi komunikasi yang mengedepankan dialog dan kearifan lokal, Polres Gresik berharap Sura Agung tahun ini berjalan tanpa insiden berarti. Bukan hanya tugas polisi, keamanan adalah hasil dari kepedulian seluruh warga Gresik yang mencintai daerahnya. Dari gelombang radio yang menyebar ke seluruh pelosok, pesan itu kini tertanam: bahwa Sura Agung aman dimulai dari kesadaran kita semua.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama