Ramadan selalu identik dengan momentum introspeksi. Di Kota Malang, suasana jelang Ramadan 1447 H dimaknai secara khusus oleh jajaran Polresta Malang Kota melalui ziarah ke makam korban tragedi Kanjuruhan.
Dipimpin Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, kegiatan ini dilakukan serentak di 31 titik pemakaman korban yang berdomisili di wilayah kota.
Di TPU Kutho Bedah, Kapolresta hadir bersama keluarga almarhum Daffa Fakhrudin Wijaya. Ia tak hanya memimpin doa, tetapi juga secara langsung membersihkan pusara sebagai bentuk empati dan penghormatan institusi Polri.
Langkah ini menjadi simbol bahwa tragedi Kanjuruhan bukan sekadar peristiwa masa lalu. Sejak kembali berdinas di Malang, Kapolresta menegaskan komitmen untuk terus mendampingi keluarga korban.
Kegiatan berlangsung bertepatan dengan Jumat Legi, hari yang secara tradisi Jawa sering digunakan untuk nyadran atau ziarah makam. Hal ini memperkuat nilai sinergi antara kepolisian dan kearifan lokal masyarakat.
Di lokasi berbeda, Kasi Humas Polresta Malang Kota turut berziarah ke makam almarhumah Nafisatul Mukhoyaroh, didampingi keluarga. Orang tua almarhumah menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang konsisten diberikan.
Menjelang Ramadan 1447 H, ziarah ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat dibangun bukan hanya lewat penegakan hukum, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan.
