Mudik Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, namun di balik itu ada risiko yang harus diantisipasi, terutama di jalur penyeberangan laut. Menyadari hal tersebut, Polri melalui Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo turun langsung ke Pelabuhan Bakauheni untuk mengecek kesiapan sistem keamanan dan keselamatan. Fokus utamanya adalah pada antisipasi kontinjensi kecelakaan laut yang bisa terjadi kapan saja di tengah padatnya arus kendaraan dan penumpang. Hasilnya, Polri memastikan diri siap dengan kekuatan penuh.
Langkah strategis yang diambil adalah pengerahan lima kapal polisi modern di lima pelabuhan utama. Namun, kekuatan ini hanyalah puncak gunung es. Di jalur Merak–Bakauheni saja, total 16 kapal gabungan dari berbagai instansi telah disiagakan. Kapal-kapal ini melibatkan unsur TNI, Basarnas, Polair, serta dukungan penuh dari stakeholder pelayaran seperti ASDP. Dengan 320 personel gabungan yang siap bergerak, setiap potensi insiden di laut dapat segera ditangani secara terpadu dan cepat, tanpa menunggu waktu.
Kelima kapal andalan Polri yang ditempatkan di pelabuhan strategis bukanlah kapal biasa. KP BIMA 7014 di Ketapang, KP KASTURI 6002 di Lembar, KP MANYAR 5003 di Gilimanuk, KP GELATIK 5016 di Merak, dan KP GAGAK 3011 di Bakauheni memiliki spesifikasi tinggi. Dengan kecepatan hingga 30 knots dan daya jelajah 10 hari, kapal-kapal ini mampu melakukan patroli jarak jauh dan memberikan pertolongan pertama (SAR awal) dengan peralatan keselamatan lengkap. Ini adalah jaminan bahwa respons terhadap kecelakaan laut tidak akan terlambat.
Tidak hanya mengandalkan armada, Polri juga mengedepankan pendekatan modern berbasis data. Mitigasi risiko dilakukan dengan menghitung secara cermat kebutuhan alat keselamatan, kesiapan armada, dan skenario evakuasi. Prediksi arus mudik yang memuncak pada pertengahan Maret dan arus balik di akhir bulan menjadi acuan utama dalam mengatur pola pengamanan. Dengan data real-time, setiap pergerakan pemudik dapat dipantau dan langkah antisipatif dapat diambil lebih dini.
Wakapolri menutup peninjauannya dengan imbauan hangat kepada masyarakat. Ia meminta para pemudik untuk selalu waspada dan memanfaatkan layanan darurat 110 jika membutuhkan bantuan. Komitmen Polri, tegasnya, adalah memberikan quick response time terhadap setiap laporan. Dengan sinergi yang kuat antara aparat, operator pelayaran, dan kesadaran masyarakat, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan berjalan lancar, aman, dan penuh kebahagiaan tanpa insiden berarti di lautan. (Avs)
