Pekarangan Rumah di Senjayan Berubah Jadi Ladang Uang Berkat Terong Gelatik


Warga Desa Senjayan, Kecamatan Gondang, kini tak hanya memandang pekarangan rumah sebagai ruang kosong biasa. Di tangan Aiptu Suyanto, Bhabinkamtibmas setempat, lahan-lahan sempit itu disulap menjadi hamparan hijau tanaman terong gelatik yang menjanjikan. Pendampingan penuh dari aparat kepolisian ini bukan sekadar soal bercocok tanam, melainkan gerakan ekonomi baru yang lahir dari halaman rumah sendiri. Warga diajak melihat potensi tersembunyi di sekitar mereka, bahwa tanah sekecil apa pun bisa menghasilkan jika dikelola dengan tekun. Langkah ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tidak harus dimulai dari ladang luas, cukup dari pekarangan yang selama ini terabaikan.

Lebih dari sekadar menanam, warga dibekali ilmu mengelola tanaman agar berbuah maksimal dan layak jual. Aiptu Suyanto turun langsung memotivasi warganya agar tidak ragu memanfaatkan setiap jengkal tanah yang ada. Terong gelatik dipilih bukan tanpa alasan, sayuran ini mudah dirawat, cepat panen, dan punya pasar yang jelas di tingkat lokal. Ibu-ibu rumah tangga pun kini sibuk menyiram dan merawat tanamannya sambil tetap mengerjakan tugas domestik lainnya. Perlahan tapi pasti, kebiasaan baru ini mengubah pola pikir warga bahwa bertani tidak harus di sawah, cukup di belakang rumah.

Dari sisi ekonomi, hasil panen terong gelatik tak hanya memenuhi dapur keluarga, tetapi juga mengalir ke pasar-pasar tradisional. Beberapa warga bahkan mulai mencatat pemasukan tambahan dari penjualan sayuran ini, sesuatu yang sebelumnya tak terbayangkan. Kapolsek Gondang AKP Sugino menegaskan bahwa peran polisi kini merambah ke ranah pemberdayaan, tidak hanya sekadar menjaga keamanan. Program ini selaras dengan instruksi pemerintah pusat tentang pentingnya kemandirian pangan berbasis komunitas. Warga pun merespons positif karena mereka merasakan langsung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan menjalar ke desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk, menciptakan jaringan ketahanan pangan yang kuat dari bawah. Polisi dan warga membuktikan bahwa kolaborasi sederhana bisa melahirkan dampak besar jika dilakukan dengan hati. Bagi Desa Senjayan, terong gelatik bukan lagi sekadar sayuran, melainkan simbol kebangkitan ekonomi dari pekarangan sendiri. Cerita sukses ini layak ditiru oleh desa-desa lain yang masih memiliki lahan tidur. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama