Tembus Rumah Warga, Aipda Andik Candra Buktikan Zakat Polres Nganjuk Sampai ke yang Membutuhkan


NGANJUK – Janji Kapolres Nganjuk bahwa zakat fitrah akan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan kini terbukti. Di Desa Nglaban, Kecamatan Loceret, Aipda Andik Candra, Bhabinkamtibmas setempat, turun langsung ke rumah-rumah warga untuk menyalurkan paket beras zakat, Selasa (17/3/2026). Bukan sekadar seremonial di balai desa, ia mendatangi satu per satu penerima manfaat, memastikan bahwa bantuan ini menyentuh langsung mereka yang paling rentan secara ekonomi.

Aipda Andik adalah bagian dari ribuan Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak program sosial Polres Nganjuk. Sehari sebelumnya, mereka dilepas oleh Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan bersama pejabat utama dan Bhayangkari. "Ini merupakan amanah dari Kapolres Nganjuk agar zakat fitra dari anggota Polres Nganjuk dapat disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan," ujar Aipda Andik. Dengan mendatangi rumah warga, ia memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat atau bantuan yang salah sasaran.

Kapolres Nganjuk menjelaskan bahwa zakat yang disalurkan ini adalah hasil penghimpunan dari anggota Polri dan ASN. "Zakat fitra ini merupakan amanah dari anggota Polri dan ASN Polres Nganjuk yang kami salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga," ujar AKBP Suria Miftah. Menurutnya, keterlibatan Bhabinkamtibmas memastikan bahwa amanah ini benar-benar dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Di lapangan, Aipda Andik tidak hanya menyerahkan beras. Ia juga menyempatkan diri untuk berdialog, mendengar keluhan warga, dan memberikan pesan-pesan keamanan menjelang Lebaran. Pendekatan personal ini membuat warga merasa lebih dekat dengan polisi. Mereka tidak lagi melihat polisi sebagai aparat yang menakutkan, tetapi sebagai sahabat yang peduli dengan kesulitan mereka.

Dengan aksi nyata seperti yang dilakukan Aipda Andik Candra, Polres Nganjuk membuktikan bahwa zakat bukan sekadar ritual tahunan, tetapi instrumen untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Ketika polisi turun ke rumah warga, membawa beras dan senyuman, maka saat itulah jargon "polisi sahabat masyarakat" menemukan maknanya yang sesungguhnya. Semoga kebaikan ini terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang tahun. (Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama