Bukan Sekadar Pantauan Biasa, Ini Makna di Balik Patroli Udara Kapolda Jatim


Ketika sebagian besar pemudik masih berkutat dengan kemacetan di jalan raya, Kapolda Jatim memilih sudut pandang berbeda untuk mengawal arus balik Lebaran 2026. Irjen Pol Nanang Avianto menerbangkan helikopter dalam rangka KRYD pasca Operasi Ketupat Semeru 2026, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa pengamanan tidak mengenal batas ruang. Dari atas, beliau bersama rombongan menyisir jalur arteri dan tol sepanjang Ngawi hingga Banyuwangi, memastikan bahwa arus kendaraan yang masih padat dapat dikelola dengan baik tanpa mengorbankan rasa aman masyarakat.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, patroli udara ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memantau efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan di darat. Dengan melihat langsung dari ketinggian, petugas dapat mengevaluasi titik-titik mana yang masih membutuhkan penambahan personel atau perubahan skema pengaturan. Alhasil, meskipun terjadi peningkatan volume arus mudik yang keluar masuk Jawa Timur, seluruh pergerakan dapat dikendalikan tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol, sekaligus membuktikan kesiapan aparat dalam menghadapi lonjakan pemudik.

Angka kecelakaan lalu lintas yang turun hingga 37 persen menjadi bukti lain dari keberhasilan pendekatan komprehensif ini. Dari 1.188 kejadian sebelum operasi menjadi hanya 751 kejadian selama 13 hari Operasi Ketupat Semeru 2026, terlihat jelas bahwa upaya preventif membuahkan hasil. Di penghujung masa mudik, masyarakat yang masih dalam perjalanan diimbau untuk tidak terburu-buru, memanfaatkan kebijakan work from anywhere untuk menghindari puncak kepadatan, serta mengingat bahwa nomor 110 selalu siap menjadi garda terdepan pelayanan darurat kapan pun dibutuhkan.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama