Sepinya Jumat siang di depan SPBU Mastrip, Nganjuk, tiba-tiba pecah oleh suara benturan. Sebuah becak motor oleng dan terperosok di bahu jalan, membuat dua penumpangnya terlempar dengan luka lecet di beberapa bagian tubuh. Di tengah situasi yang mencekam, seorang anggota kepolisian yang tengah melintas, Bripka Candra dari Satlantas Polres Nganjuk, langsung mengubah arah lajunya. Ia berhenti, turun, dan tanpa menunggu aba-aba, langsung menjadi penolong pertama di lokasi.
Yang menarik dari aksi ini adalah bagaimana Bripka Candra tak sekadar hadir, tetapi benar-benar mengambil kendali situasi. Ia melakukan penanganan awal yang tepat, memastikan luka lecet korban tidak terinfeksi, sekaligus menenangkan kedua korban yang masih syok. Dengan gerakan yang terukur, ia kemudian menghubungi tim medis dan unit laka lantas, memastikan bahwa setelah pertolongan pertama selesai, penanganan profesional segera menyusul.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, memberikan sorotan khusus terhadap tindakan ini. Baginya, ini bukan sekadar kebetulan, melainkan bukti bahwa kesiapsiagaan anggota di lapangan sudah terlatih. “Tindakan cepat seperti ini sangat penting untuk meminimalisir dampak luka,” ujarnya, menggarisbawahi bahwa setiap anggota Satlantas memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar mengatur arus lalu lintas.
Kejadian ini berakhir dengan kedua korban yang mendapat penanganan medis lanjutan dan lokasi kejadian yang segera kembali normal. Namun, cerita tentang Bripka Candra yang sigap menolong menjadi buah bibir yang menginspirasi. Ia sendiri menganggap itu adalah hal biasa, bagian dari panggilan tugasnya. Tapi bagi masyarakat yang melihat, aksi di bahu jalan itu adalah pengingat bahwa di mana pun ada kecelakaan, harapan selalu bisa datang dari seorang polisi yang peduli. (Avs)
