Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, Polda Jawa Timur tidak ingin kecolongan. Sebanyak 238 pos gabungan didirikan dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026, mencakup Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu. Ratusan pos ini tersebar di titik-titik krusial seperti jalur tol utama, pelabuhan, terminal, bandara, serta kawasan wisata yang diprediksi akan menjadi tujuan favorit pemudik. Semua ini dilakukan demi mewujudkan slogan "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" yang menjadi tema nasional tahun ini.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast memberikan penjelasan detail saat mengecek kesiapan Pos Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak. Menurutnya, 172 Pos Pengamanan akan berfokus pada pencegahan kecelakaan dan gangguan keamanan di jalur-jalur rawan. Sementara 45 Pos Pelayanan dirancang sebagai tempat istirahat dan pusat informasi bagi pemudik yang kelelahan. Pos Terpadu yang berjumlah 21 titik akan menjadi pusat kendali operasi yang memudahkan koordinasi antarinstansi jika terjadi keadaan darurat.
Kombes Abast menambahkan bahwa operasi tahun ini memiliki tantangan unik karena berbarengan dengan Hari Raya Nyepi. Polri bersama TNI dan pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang humanis dan adil bagi semua lapisan masyarakat. Petugas di pos-pos pelayanan telah disiagakan untuk membantu pemudik, baik yang mengalami masalah teknis kendaraan, kehilangan barang, maupun yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Semua layanan ini tersedia gratis selama 24 jam penuh.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu mendatangi pos-pos terdekat jika membutuhkan bantuan. Selain itu, call center Polri 110 juga aktif selama 24 jam untuk menerima laporan dan pengaduan. Dengan ribuan personel yang disebar di 238 pos, Polda Jatim optimis arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan aman. Operasi Ketupat Semeru 2026 menjadi bukti kesiapan aparat dalam mengamankan momen sakral Lebaran bagi seluruh warga Jawa Timur.(Avs)
