Jakarta Pusat menjadi saksi bisu aksi kekerasan yang menimpa seorang aktivis HAM, AY, yang akrab disapa. Penyiraman air keras yang terjadi pada Kamis malam pekan lalu ini menyisakan duka dan tanda tanya besar di benak publik. Siapa dalang di balik serangan yang nyaris merenggut nyawa ini? Kepolisian RI memastikan bahwa mereka sedang bekerja keras untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui serangkaian penyelidikan yang metodis dan transparan.
Kasus ini telah terdaftar dengan nomor laporan LPA/222/III/2026 dan tengah dalam penanganan intensif Satreskrim Polres Jakarta Pusat. Dukungan penuh juga mengalir dari pucuk pimpinan Polri. Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara khusus memerintahkan jajarannya untuk menangani kasus ini dengan serius dan mengedepankan asas profesionalisme. Kadiv Humas Polri dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa tim penyidik tengah fokus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan berbagai alat bukti dari TKP.
Proses investigasi modern pun digelar. Tidak hanya mengandalkan keterangan saksi mata, Polri mengaktifkan metode scientific crime investigation untuk membedah kasus ini. Para penyidik melakukan analisis forensik terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi, berupaya menemukan petunjuk kecil sekalipun yang bisa mengarah pada pelaku. Langkah ini diambil agar proses pengungkapan kasus tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan fakta ilmiah yang kuat.
Di tengah upaya pengusutan, kabar mengenai kondisi AY yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit menjadi perhatian. Polri menyampaikan doa dan harapan agar korban lekas pulih. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif memberikan informasi yang mungkin dimiliki. Polri optimistis dengan dukungan publik dan kerja ilmiah yang tengah dilakukan, kasus ini akan segera terungkap, dan pelaku dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.(Avs)
.jpeg)
