Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, menjadi saksi sejarah saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara khusus memimpin apel ribuan ojek online dan buruh dalam acara "Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae". Di hadapan massa yang antusias, Sigit tidak hanya berbicara tentang disiplin atau ketertiban, tetapi justru menyoroti isu-isu fundamental yang menyentuh langsung kehidupan mereka. Ia mengajak semua yang hadir untuk merenungkan peran strategis mereka di tengah situasi dunia yang sedang tidak stabil.
Dalam pidatonya, Sigit memetakan dengan jelas bagaimana buruh dan ojol memiliki posisi tawar yang penting dalam menjaga stabilitas nasional. Buruh adalah penggerak industri yang menentukan produktivitas negara, sementara ojol adalah jembatan yang menghubungkan produk lokal dengan konsumen akhir. Keduanya, kata Sigit, adalah elemen yang saling melengkapi dan harus terus memperkuat sinergi agar tidak mudah dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Namun, Sigit tidak berhenti pada retorika belaka. Ia membeberkan sejumlah langkah konkret yang telah diambil pemerintah dan Polri untuk meningkatkan taraf hidup buruh dan ojol. Mulai dari kebijakan makro seperti penyesuaian upah dan jaminan kehilangan pekerjaan, hingga layanan mikro seperti akses kesehatan di RS Bhayangkara. Yang paling menarik perhatian adalah instruksinya kepada jajaran Kapolda untuk segera mengembangkan aplikasi Panic Button, sebuah fitur darurat yang dirancang khusus agar para driver ojol bisa meminta bantuan cepat saat menghadapi ancaman begal atau kejahatan lainnya di jalan. (Avs)
.jpeg)
.jpeg)