Jauh dari kesan formal dan kaku, Jenderal Listyo Sigit Prabowo duduk bersama para buruh dalam acara buka puasa bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Jawa Barat. Suasana hangat itu ia gunakan untuk menyampaikan pesan krusial tentang ketahanan nasional di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian. Dengan bahasa yang lugas, ia menjelaskan bahwa guncangan ekonomi global adalah keniscayaan, dan dampaknya akan langsung terasa di tingkat akar rumput jika kita tidak bersatu. Oleh karenanya, ia mengajak buruh untuk menjadi bagian dari solusi dengan menjaga soliditas dan bersinergi dengan pemerintah. Bagi Sigit, para pekerja adalah tulang punggung ekonomi yang harus selalu dijaga kekompakannya.
Kapolri kemudian mengalihkan pembahasan pada langkah-langkah strategis pemerintah yang telah dan akan dijalankan. Ia mencontohkan hilirisasi sebagai game changer yang mampu mengubah wajah perekonomian nasional. Kebijakan ini, menurutnya, bukan sekadar soal mengekspor barang jadi, melainkan tentang membangun peradaban industri baru yang padat karya. Ini artinya, pintu kesempatan kerja akan terbuka lebar, dan kaum buruh akan menjadi pihak pertama yang merasakan manfaatnya. Namun, ia mengingatkan bahwa kesempatan ini hanya akan berarti jika ada kolaborasi erat antara semua pemangku kepentingan.
Bicara soal kesempatan, Kapolri juga menyentuh aspek fundamental lainnya, yaitu kesiapan individu. Di era kompetisi terbuka, tenaga kerja dituntut untuk terus meng-upgrade kemampuan. Di sinilah peran Polri hadir dengan tawaran yang tidak biasa, yakni membuka fasilitas pendidikan dan pelatihan kepolisian untuk umum, khususnya bagi para pekerja. Inisiatif ini adalah bentuk nyata kontribusi Polri dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Tujuannya mulia, agar tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global dan tak kalah dengan tenaga asing.
Menutup perbincangan, Jenderal Sigit tak lupa mengingatkan tentang pentingnya kesehatan sebagai modal utama bekerja. Akses ke fasilitas kesehatan Polri yang ia tawarkan menjadi penegas bahwa sinergi ini harus berjalan di segala lini. Dari kesehatan, pendidikan, hingga lapangan kerja, semua harus terintegrasi untuk mencapai satu tujuan besar. Kapolri mengajak semua elemen untuk bergerak bersama dalam satu irama, karena hanya dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan buruh, mimpi besar Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dapat terwujud. (Avs)
