Suasana di ruang tunggu Satpas Polres Nganjuk berubah menjadi kelas inspiratif ketika Brigadir Gathut memulai sesi Polantas Menyapa. Puluhan pemohon SIM yang tadinya mungkin hanya berpikir tentang bagaimana melewati lintasan ujian, kini diajak berpikir lebih jauh tentang konsekuensi mengemudi di jalan raya. Mereka mendapat pemahaman bahwa mengemudi bukan hanya soal menguasai stir, tapi juga soal mengendalikan ego dan mematuhi aturan.
AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian Satlantas terhadap keselamatan masyarakat. "Kami melihat banyak pemohon yang stres hanya karena ujian, tapi lupa bahwa setelah lulus tantangan sesungguhnya baru dimulai: menghadapi jalan raya yang penuh risiko. Edukasi ini membantu mereka mempersiapkan diri secara mental," paparnya.
Brigadir Gathut dalam penyuluhannya memberikan tips praktis seputar ujian, namun selalu menyelipkan pesan moral di setiap kesempatan. Ia mengajak peserta untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, bukan sesuatu yang bisa ditawar. Di akhir sesi, para pemohon SIM pulang tidak hanya dengan bekal teknis, tetapi juga dengan kesadaran baru bahwa SIM adalah lisensi moral untuk menjadi pengemudi yang baik dan bertanggung jawab di jalan raya Nganjuk. (Avs)

