"Selamat pergi, selamat kembali." Kalimat ini bukan sekadar slogan, tetapi sedang diwujudkan nyata di lapangan oleh Korlantas Polri. Di tengah arus mudik Lebaran 2026, tercatat baru seperempat dari total pemudik yang meninggalkan Jakarta. Kepala Korlantas menyebut situasi ini sangat terkendali, baik di jalan tol menuju Trans Jawa, Bandung, maupun jalur alternatif menuju Sumatera. Masyarakat mulai cerdas memilih waktu perjalanan, menjauh dari pola puncak arus yang semrawut.
Dampak positif dari manajemen lalu lintas yang baik langsung terlihat pada aspek terpenting: keselamatan jiwa. Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas selama periode ini berhasil ditekan hingga 45 persen. Ini adalah kado spesial dari petugas kepolisian untuk seluruh pemudik. Setiap nyawa yang selamat adalah keberhasilan bersama, membuktikan bahwa perjalanan mudik tidak harus selalu identik dengan risiko dan duka. Keluarga bahagia dimulai dari perjalanan yang aman.
Di balik kesuksesan ini, terdapat kerja keras tanpa henti. Dengan bermodal data pantauan real-time, Korlantas bergerak cepat mengantisipasi setiap potensi kemacetan. Pemberlakuan pembatasan kendaraan sumbu tiga juga menjadi jurus pamungkas yang sangat efektif. Langkah ini tidak hanya menjaga kelancaran, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan yang sering melibatkan kendaraan besar. Semua elemen bergerak harmonis demi satu tujuan mulia: memastikan setiap pemudik dapat berkumpul dengan sanak saudara dalam keadaan utuh dan bahagia. (Avs)
