Nihil Korban Jiwa, Polres Tulungagung Musnahkan 22 Kg Bahan Peledak Hasil Pengawasan Ketat Selama Ramadan


Di tengah euforia menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Tulungagung mencatatkan sebuah prestasi yang patut diapresiasi: nihil korban jiwa maupun kerugian materiil akibat ledakan petasan. Capaian ini tidak datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari operasi cipta kondisi yang digencarkan selama 30 hari bulan Ramadan bersama jajaran Polsek. Puncaknya, pada Selasa (24/3/2026), Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jawa Timur memusnahkan 346 petasan berbagai ukuran dan 22,15 kilogram bahan bubuk peledak yang berhasil diamankan.

Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga, menyebutkan bahwa sebagian besar barang bukti berasal dari temuan di wilayah hukum Polsek jajaran. Yang menarik, petasan berukuran besar dan bahan peledak setengah jadi ditemukan dalam jumlah yang cukup signifikan, mengindikasikan adanya aktivitas pembuatan petasan ilegal yang cukup masif. Namun, berkat patroli intensif dan langkah preventif yang konsisten, potensi ledakan yang dapat membahayakan masyarakat berhasil digagalkan sebelum sempat menimbulkan korban.

Salah satu temuan menarik dari pengungkapan ini adalah peran internet dalam menyebarkan pengetahuan pembuatan petasan. Para pelaku, yang mayoritas adalah anak-anak usia 10 hingga 15 tahun, mengaku belajar merakit petasan dari video tutorial daring dan membeli bahan-bahan berbahaya melalui platform e-commerce. Menyikapi hal ini, Polres Tulungagung memilih pendekatan humanis dengan melakukan pembinaan terhadap anak-anak tersebut dan mengembalikan mereka ke orang tua, sembari mengajak keluarga untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di dunia digital.

Untuk pelaku dewasa, Polres Tulungagung menegaskan akan tetap memproses mereka secara hukum sebagai efek jera. Kompol Maga menekankan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi wujud komitmen Polres Tulungagung dalam menjaga keselamatan masyarakat. Dengan terus mempertahankan langkah-langkah preventif dan melibatkan peran aktif keluarga, ia optimistis bahwa nihil korban jiwa akibat petasan bukan hanya capaian sementara, melainkan standar baru yang bisa dipertahankan di tahun-tahun mendatang.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama