Polres Lamongan mulai mematangkan strategi pengamanan arus mudik Lebaran 2026 dengan fokus pada 81 perlintasan kereta api sebidang di wilayahnya. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Rupatama Tathya Dharaka, Kasat Lantas AKP I Made Jata Wiranegara memimpin pembahasan teknis pengamanan, terutama di 50 titik yang masuk kategori prioritas. Dari jumlah tersebut, 19 perlintasan berpalang pintu dijaga Dishub, 13 hanya berpalang pintu, 9 palang swadaya masyarakat, 6 tanpa palang, dan 3 dikelola langsung KAI.
Penambahan 11 perjalanan kereta oleh PT KAI Daop 8 selama masa angkutan Lebaran menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar perjalanan tambahan ini melintas pada jam rawan malam hingga dini hari, yang menuntut kesiapsiagaan ekstra dari petugas di lapangan. AKP Made Jata menegaskan bahwa rakor lintas sektoral ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas instansi demi mencegah kecelakaan saat arus mudik.
Perwakilan PT KAI Daop 8 dalam rakor tersebut menyampaikan bahwa jadwal tambahan diberlakukan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, namun tetap mengutamakan aspek keselamatan. Dishub Lamongan melalui Kadishub Dianto Heri Wibowo memastikan akan menempatkan personel tambahan di titik-titik paling rawan, terutama yang minim pengamanan. Sinergi dengan relawan dan perangkat desa juga diperkuat untuk memaksimalkan pengawasan.
Dengan persiapan matang dan koordinasi solid antar-stakeholder, Polres Lamongan optimis pengamanan perlintasan kereta api sebidang selama Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berjalan optimal. Masyarakat diharapkan turut mendukung dengan mematuhi aturan lalu lintas dan waspada saat melintas. (Avs)
