Pengawasan ketat yang dilakukan Satgas Pangan di 38 provinsi menjelang Idul Fitri dan Nyepi membuahkan sejumlah temuan penting. Dari total 37.857 kegiatan pemantauan, terungkap bahwa secara umum pasokan pangan dalam kondisi aman, namun masih ada sejumlah komoditas yang harganya belum mau turun. Pedagang pengecer menjadi titik yang paling banyak diawasi, dengan lebih dari 25 ribu lokasi dikunjungi, menunjukkan fokus pemerintah pada harga di tingkat konsumen.
Komjen Pol Syahardiantono mengungkapkan bahwa secara nasional, harga beras premium dan medium sudah menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan. Namun, kabar baik itu ternodai oleh harga Minyakita yang masih betah di atas HET, terutama di wilayah timur Indonesia. Bawang merah dan cabai rawit merah juga masih menjadi biang kerok inflasi pangan, sementara daging ayam dan telur ayam ras justru mengalami kenaikan tipis di atas HAP.
Menyikapi kondisi ini, Satgas Pangan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memantau, tetapi juga menindak. Ancaman penimbunan dan pengemasan ulang yang tidak sesuai standar akan dihadapi dengan tindakan hukum tegas. Deputi Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan bahwa pengawasan berlapis ini penting untuk menjamin distribusi berjalan lancar. Semua pihak berharap, dengan upaya maksimal ini, masyarakat bisa menikmati hari raya tanpa beban harga pangan yang melambung. (Avs)
.jpeg)
.jpeg)