Bukan Cuma Contraflow, Ki Darmaningtyas: Rekayasa Kemanusiaan Polri Kunci Sukses Mudik 2025


Ketika 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 dalam survei Indikator Politik Indonesia, pengamat transportasi Ki Darmaningtyas melihat ada satu faktor yang sering terlewatkan: rekayasa kemanusiaan. Dalam wawancara di Jakarta, Selasa (8/4), ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan arus mudik tidak hanya ditentukan oleh kebijakan teknis seperti contraflow dan one way, tetapi juga oleh bagaimana petugas di lapangan memperlakukan para pemudik. Survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 dengan margin of error 2,9 persen itu menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif dari Polri berhasil menciptakan pengalaman mudik yang manusiawi.

Darmaningtyas mengungkapkan bahwa di tengah kepadatan, khususnya di sekitar rest area, petugas tidak hanya mengatur lalu lintas tetapi juga melakukan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi dan ketenangan kepada pemudik yang harus menunggu. Ia menilai bahwa kemampuan Polri untuk melakukan rekayasa kemanusiaan inilah yang membuat masyarakat tetap tenang dan sabar, meskipun perjalanan panjang melelahkan. Kelancaran arus mudik dan balik yang dirasakan oleh pengguna kendaraan bermotor, baik pribadi maupun umum, menjadi bukti bahwa kombinasi antara teknologi, koordinasi lintas sektor, dan sentuhan kemanusiaan adalah resep jitu yang patut dipertahankan.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dapat diukur dari dua hal: kelancaran lalu lintas dan penurunan angka kecelakaan dibanding tahun sebelumnya, dan tahun ini keduanya tercapai dengan gemilang. Ia juga menyoroti koordinasi solid antara Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja sebagai fondasi yang memungkinkan pendekatan humanis ini berjalan efektif. Ke depan, Darmaningtyas berharap inovasi terus dikembangkan agar mudik dan arus balik tidak hanya lancar tetapi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna bagi seluruh masyarakat Indonesia.(Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama