Puluhan hingga ratusan tabung kosong ditemukan jajaran Polres Lumajang saat mengecek agen dan pangkalan di lima kecamatan. Polsek Pronojiwo mencatat 196 tabung kosong dengan hanya 8 tabung berisi, sementara di Lumajang Kota stok kosong sudah mendominasi sejak tiga pekan sebelum Lebaran. Polsek Senduro bahkan melaporkan kondisi terparah: seluruh tabung di sebuah agen dalam keadaan kosong total. Langkah pengecekan serentak ini dilakukan menyusul keluhan warga yang semakin sulit mendapatkan gas melon 3 kg.
Hasil pemantauan mengungkap bahwa sebenarnya pasokan dari Pertamina ke SPBE masih berjalan, seperti di PT Perindo Desa Madurejo yang menerima 50 ton per hari. Namun, kendala terjadi di tingkat distribusi lanjutan, mulai dari keterbatasan kuota pengiriman di Kunir, antrean pengisian di SPBE Jogotrunan, hingga berhentinya pasokan saat tanggal merah. Harga jual di lapangan pun tercatat Rp18.000 per tabung di Pronojiwo, mencerminkan adanya tekanan permintaan yang tinggi.
Ipda Suprapto menegaskan bahwa kehadiran Polri melalui Polres Lumajang dan jajaran Polsek adalah untuk menjamin stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Forkopimca dan distributor agar distribusi kembali lancar. Masyarakat diimbau menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukan dan tidak membeli dari sumber tidak resmi. Polisi siap menindak tegas setiap bentuk penimbunan atau penyalahgunaan demi memastikan hak warga Lumajang atas energi murah tetap terlindungi.(Avs)
