Dari Dogiyai hingga Halmahera: Gelombang Personel Polri Disiapkan untuk Meredam Dua Konflik Mematikan


Indonesia kembali berduka. Seorang personel Polri tewas di Dogiyai, Papua Tengah, sementara konflik antar desa di Halmahera Tengah, Maluku Utara, merenggut korban jiwa dan membakar puluhan bangunan. Menghadapi darurat kemanusiaan dan keamanan ini, Polri menggelar pengerahan personel besar-besaran. Hampir 160 personel dari berbagai satuan dikirim secara bertahap ke dua provinsi tersebut, dengan pengecekan langsung oleh Wakapolri di Mako Brimob.

Ratusan personel itu terdiri dari 100 Brimob untuk Papua Tengah, 26 Divpropam (terbagi ke dua wilayah), 20 Bareskrim untuk Papua Tengah, 10 Tim BIK, serta 8 Tim Itwasum. Total untuk Papua Tengah saja: 148 personel, dijadwalkan berangkat Minggu dini hari pukul 01.00 WIB menggunakan Batik Air menuju Nabire. Sementara Maluku Utara sudah kedatangan 12 personel Divpropam via Beechcraft Sabtu pagi, dan 4 personel Itwasum menyusul setelah tiket ditemukan.

Dua insiden mematikan menjadi pemicu. Pertama, di Halmahera Tengah, pembunuhan seorang warga Desa Bobane Jaya memicu serangan balasan dari Desa Sibenpopo. Rumah warga, fasilitas umum, dan satu tempat ibadah terbakar. Korban jiwa tak terhindarkan. Kedua, di Dogiyai, Bripda Juventus Edowai ditemukan tewas usai dianiaya orang tak dikenal. Kedua lokasi kini dalam penanganan intensif aparat gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum pasti. Polri menjanjikan langkah cepat, pendekatan humanis, sekaligus penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan. Penyelidikan mendalam terus berlangsung untuk mengungkap motif di balik dua tragedi ini. Situasi keamanan di kedua wilayah dipastikan masih dalam kendali. (Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama