Dari Lahan Tidur Menuju Lumbung Pangan: Polres Bojonegoro Gandeng Perhutani dan Petani Tanam Jagung di Hutan


Sebuah pemandangan berbeda terlihat di Petak 127b, RPH Sampang, BKPH Dander, Bojonegoro, ketika Polres Bojonegoro bersama YKB Cabang Bojonegoro, Perum Perhutani KPH Bojonegoro, dan puluhan petani dari kelompok tani setempat kompak membabat semak belukar dan mengubah lahan kosong di tengah hutan menjadi kebun jagung serta ketela yang rapi, Senin (27/4/26). Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menyebut kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke-46 sekaligus jawaban atas panggilan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. "Penanaman jagung pada momen peringatan hari jadi YKB ke-46 kali ini untuk mendukung dan mewujudkan ketahanan pangan," tegas AKBP Afrian di sela-sela mencangkul bersama warga, menunjukkan bahwa polisi bisa menjadi mitra tani yang andal.

Dalam acara yang sarat nilai kebersamaan itu, Kapolres Bojonegoro dan Ketua YKB Cabang Bojonegoro, Ny. Dita Afrian, memberikan bantuan pupuk secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian di wilayah hutan rakyat. AKBP Afrian menjelaskan bahwa sinergi antara kepolisian, Perhutani, Bhayangkari, dan masyarakat adalah kunci untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan secara produktif dan berkelanjutan, terutama di tengah ancaman krisis pangan global. Ia menambahkan bahwa lahan hutan yang selama ini sering dianggap tidak produktif justru menyimpan potensi besar jika dikelola dengan baik dan gotong royong. "Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," ujarnya penuh keyakinan.

Ketua YKB Cabang Bojonegoro, Ny. Dita Afrian, berharap bantuan stimulan pupuk yang diberikan dapat menjadi oksigen bagi petani di awal masa tanam, saat biaya produksi biasanya paling memberatkan. Dengan mengurangi beban awal ini, petani dapat lebih fokus pada perawatan tanaman dan pada akhirnya memperoleh hasil panen yang lebih melimpah. Di sisi lain, Wakil Administratur Bojonegoro Barat Perum Perhutani, Kiswanto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus membuka akses kelola hutan bagi masyarakat dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hutan atau LMDH. “Kami siap berkolaborasi dan mendukung program-program dari Kepolisian maupun pemerintah,” ujar Kiswanto.

Polres Bojonegoro berharap penanaman jagung dan ketela ini menjadi awal dari gerakan masif pemanfaatan lahan tidur di wilayah hutan Bojonegoro. Dengan kolaborasi yang sudah terbangun kuat antara Polri, Perhutani, dan masyarakat, target swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Kapolres mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi, karena setiap jengkal lahan yang produktif adalah benteng melawan kerawanan pangan di masa depan. (Avs)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama