Selama bertahun-tahun, lahan di antara barisan tebu di Desa Mabung dibiarkan kosong begitu saja hingga kini Aipda Winarno mengubah pandangan itu. Bhabinkamtibmas Polsek Baron tersebut pada Selasa (14/4/2026) melaksanakan pemantauan sekaligus pendampingan pemanfaatan lahan sela untuk ditanami singkong sebagai pangan alternatif. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa singkong memiliki kelebihan tidak perlu perawatan intensif, cocok untuk lahan yang tidak sepenuhnya terkena sinar matahari karena ternaungi tebu.
Aipda Winarno turun langsung ke perkebunan, berbincang dengan warga tentang kendala seperti persaingan nutrisi antara tebu dan singkong, lalu mencari solusi bersama. Kapolsek Baron AKP Roni Andreas Suharto menambahkan bahwa selain untuk pangan, singkong juga punya nilai ekonomis yang tidak kalah menarik jika diolah dengan benar. Ia pun mengajak warga membayangkan hasil panen singkong yang bisa dijual ke pasar atau dijadikan bahan baku industri kecil.
Dengan pendampingan berkelanjutan ini, diharapkan tidak ada lagi lahan sela yang terbuang sia-sia di perkebunan tebu Mabung. Warga pun semakin sadar bahwa ketahanan pangan tidak harus menunggu bantuan dari luar, tetapi bisa dimulai dari memaksimalkan apa yang sudah ada di depan mata. Jika sukses, desa ini akan menjadi percontohan bagaimana tanaman pangan alternatif bisa hidup berdampingan dengan komoditas perkebunan utama.(Avs)
