Menghadapi Hari Buruh Internasional yang kerap diwarnai aksi massa dan kepadatan lalu lintas, Polrestabes Surabaya meluncurkan skema kanalisasi di 22 titik strategis sebagai solusi terintegrasi. Titik-titik tersebut meliputi kawasan Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, Tunjungan, Tegalsari, serta jalur vital dari Taman Pelangi hingga menuju Tembaan–Bubutan. AKBP Rosyid Hartanto, selaku Waka Polrestabes, menjelaskan bahwa setiap persimpangan padat dan lokasi putar balik (U-turn) telah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanan dan intensitas kendaraan, sehingga intervensi bisa dilakukan secara presisi.
Distribusi personel di setiap titik dilakukan dengan perhitungan jarak yang matang, melibatkan unsur lalu lintas, samapta, dan reskrim, plus dukungan dari instansi lintas sektor. Di lokasi superkrusial seperti Bundaran Waru dan pusat kota Tunjungan, puluhan personel ditempatkan untuk memastikan pengendalian situasi tetap optimal sepanjang momen May Day. Polrestabes memastikan bahwa pendekatan yang digunakan adalah preventif dan humanis, bukan represif, sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa rasa takut.
Metode kanalisasi ini bekerja dengan membagi jalur kendaraan secara terstruktur, sehingga arus kendaraan tidak bertabrakan dengan jalur mobilisasi peserta aksi. Kawasan Wonokromo dan jalur menuju pusat kota diprediksi menjadi titik konsentrasi pergerakan massa, maka skema ini juga memungkinkan pengalihan arus secara fleksibel jika situasi di lapangan meningkat. Dengan cara ini, ruang aman bagi penyampaian aspirasi buruh tetap tersedia tanpa mengorbankan kelancaran mobilitas warga.
AKBP Rosyid mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi arahan petugas dan memperhatikan rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama kegiatan berlangsung. Polrestabes Surabaya meyakini bahwa strategi kanalisasi di 22 titik ini akan membuat peringatan Hari Buruh 2026 berjalan aman, tertib, kondusif, serta tidak mengganggu stabilitas aktivitas kota. (Avs)
