Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang kerap dikaitkan dengan razia dan penindakan, ada potret berbeda dari Nganjuk. Selasa (12/5/2026), Bhabinkamtibmas Desa Banjaranyar AIPTU Pramu Sandita memilih pagi harinya dengan memantau tanaman sawi di lahan pekarangan warga. Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) ini adalah upaya nyata mendorong ketahanan pangan nasional dari lingkungan rumah tangga. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pendampingan seperti ini adalah wujud dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Ia menekankan pentingnya kemandirian pangan, dan pekarangan yang produktif adalah jawabannya.
Tanaman sawi bukan pilihan tanpa alasan. Di balik daunnya yang hijau segar, ada logika sederhana: sawi mudah ditanam, cepat panen (sekitar 30-40 hari), dan menjadi sayuran favorit di hampir semua masakan Indonesia. Dengan memanfaatkan lahan yang tadinya kosong atau hanya ditumbuhi rumput liar, warga bisa memanen sayur sendiri kapan saja dibutuhkan. AIPTU Pramu Sandita tidak hanya memantau, tetapi juga terlibat aktif berdialog, mengajarkan teknik perawatan, dan memastikan warga tidak menyerah di tengah jalan. Inilah polisi sebagai penggerak, bukan sekadar pengawas.
Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk melakukan kegiatan serupa. Edukasi dan motivasi harus diberikan secara konsisten agar program seperti P2B tidak berhenti di tengah jalan. Ia berharap Desa Banjaranyar menjadi contoh yang menginspirasi desa-desa lain di wilayah Nganjuk untuk memanfaatkan setiap jengkal pekarangan yang tersedia. Jika semua bergerak, ketahanan pangan nasional akan terbangun dari bawah, bukan sekadar angka di atas kertas.
Melalui kegiatan monitoring sekaligus pendampingan ini, AIPTU Pramu Sandita membuktikan bahwa polisi bisa menjadi garda terdepan perubahan sosial yang positif. Tanaman sawi yang tumbuh subur di pekarangan warga adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat bisa melahirkan kemandirian pangan. Polisi tidak hanya melindungi, tetapi juga menumbuhkan—dari sawi hingga semangat gotong royong. (Avs)
