Latihan bersama 415 pesilat PSHT Cabang Jember dari Ranting Ajung, Ambulu, Balung, dan Bangsalsari pada Senin (11/5/26) berlangsung tanpa satu pun keluhan kemacetan dari warga. Rahasianya bukan terletak pada jumlah personel yang besar, tetapi pada strategi penempatan yang cermat. Polres Jember hanya mengerahkan puluhan personel dari Sat Intel, Sat Lantas, Sat Raimas, dan Tim Alap-Alap di bawah komando Kompol Istono. Mereka tidak berkerumun di satu lokasi, justru menyebar ke persimpangan utama dan ruas jalan yang dilalui rombongan. Hasilnya, arus lalu lintas tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa.
Kompol Istono menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pengamanan ini adalah antisipasi dini. Personel tidak menunggu terjadinya kemacetan atau gangguan, melainkan sudah berada di titik-titik rawan sebelum rombongan tiba. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, potensi hambatan di jalan sangat tinggi jika tidak ada pengaturan. Namun berkat arahan agar personel bersikap tegas namun humanis, serta sigap mengantisipasi segala potensi gangguan, seluruh pergerakan peserta dari keempat ranting bisa berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas warga lain.
Pengurus PSHT Cabang Jember pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Mereka mengakui bahwa tanpa kehadiran polisi, kegiatan sebesar ini pasti akan menemui kendala di lapangan. Rasa aman yang diberikan personel Polres Jember membuat para pesilat bisa berkonsentrasi penuh pada latihan bersama, bukan pada urusan lalu lintas atau potensi konflik dengan pengguna jalan lain. Sinergi antara kepolisian dan pengurus organisasi terbukti menjadi faktor kunci terciptanya suasana kondusif.
Polres Jember menegaskan komitmennya untuk terus hadir mengamankan setiap kegiatan masyarakat dengan pendekatan serupa. Keberhasilan pengamanan latihan bersama 415 pesilat ini menjadi bukti bahwa persiapan matang dan koordinasi yang baik mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum di wilayah Jember tanpa perlu tindakan represif berlebihan. (Avs)
