Nganjuk memiliki cerita inspiratif dari Kelurahan Tanjunganom. Senin (18/5/2026), AIPTU Saktian Suryani, Bhabinkamtibmas setempat, turun langsung memantau warga yang mempraktikkan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dengan metode vertikultur. Bayangkan, tanaman sayuran tumbuh subur menempel di dinding atau teras rumah, disusun rapi dalam polybag secara bertingkat. Solusi ini lahir karena wilayah Tanjunganom termasuk padat penduduk dengan lahan pekarangan yang sangat terbatas.(Avs)
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas terus mendorong kreativitas warga. "Manfaatkan pekarangan menjadi lahan produktif," pesannya. Vertikultur memungkinkan warga menanam hingga puluhan polybag di area seluas satu meter persegi saja. Teknik ini praktis, murah, dan hasilnya bisa langsung dikonsumsi setiap hari. Warga tidak perlu lagi beli sayuran di pasar untuk kebutuhan dapur sehari-hari.(Avs)
Di lapangan, AIPTU Saktian tidak hanya memantau dari jauh. Ia mengecek satu per satu kondisi tanaman: apakah daunnya sehat, ada tanda-tanda hama, atau perlu penambahan pupuk. Ia juga berdialog dengan warga tentang teknik penyiraman yang tepat dan frekuensi panen yang ideal. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menegaskan dukungan penuh terhadap inovasi ini dan berharap metode ini ditiru di seluruh wilayah hukumnya.(Avs)
Harapan ke depan, setiap rumah di Tanjunganom bisa memiliki kebun vertikal sendiri. Tidak perlu modal besar, cukup polybekas, bibit sayuran, dan semangat. Bhabinkamtibmas Saktian berkomitmen terus mendampingi warga. Dari dinding rumah yang tadinya kosong, kini tumbuh sayuran segar. Dari pekarangan sempit, lahir ketahanan pangan keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.(Avs)
